Ribuan Narapidana Lapas Semarang Ikuti Vaksinasi Kedua

SEMARANG (iPOLICENews) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menyelenggarakan vaksin kedua bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun petugas dan keluarga pegawai Lapas, Selasa (31/8/2021).

Kegiatan yang berlangsung di aula kunjungan ‘Joglo Ageng’ Lapas Semarang, dilakukan dengan pengeluaran narapidana secara bertahan setiap bloknya untuk menghindari kerumunan.

Kepala Lapas Semarang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan, program vaksinasi kedua tersebut dilaksanakan untuk 1.479 WBP di Lapas Semarang.

“Program vaksinasi ini kerja sama antara Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro. Untuk vaksinnya dapat bantuan langsung dari Pemprov Jateng. Kami targetkan 1479 narapidana bisa selesai dalam waktu sehari untuk vaksin kedua,” jelas Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, selain vaksin kedua, hari ini Lapas Semarang juga melayani vaksin pertama untuk 212 narapidana.

“Kami juga masih melayani vaksin pertama, karena masih ada tahanan penyidik yang baru masuk dari pihak aparat penegak hukum yang baru dikirim ke Lapas, serta pegawai maupun keluarga pegawai Lapas yang belum divaksin,” tambah Kalapas.

Sebelumnya Lapas Semarang telah menyelenggarakan vaksinasi pertama kepada 1543 untuk jenis Sinovac pada tanggal 31 Juli lalu.

Menurut Supriyanto, Lapas sangat terbantu dengan adanya program vaksinasi tersebut. Jumlah warga binaan di dalam Lapas sudah overload sehingga sangat rentan penyebaran covid di Lapas.

“Apresiasi kepada Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro yang telah menyelenggarakan program vaksinasi ini. Semoga dengan vaksin ini bisa melindungi diri kita serta terhindar dari pandemi covid-19,” harapnya.

Salah satu warga binaan Lapas Semarang kasus pembunuhan, Agus mengaku lega dan senang bisa mrngikuti vaksin di Lapas.

“Alhamdulillah bisa mendapatkan vaksin pertama maupun kedua di Lapas. Semoga semua diberikan kesehatan,” ungkap Agus kasus yang terpidana 18 tahun penjara tersebut.

Dia juga mengaku tidak khawatir dengan vaksin yang diberikan karena dengan vaksin setidaknya bisa memperkuat imunitas tubuh. (Nn)

Halaman ini telah dilihat: 32 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *