Pasar Pagi Kaliwungu Mulai Diburu Pembeli

KENDAL (iPOLICENews) – Upaya Pemerintah Daerah yang bersinergi dengan TNI-POLRI dan berbagai stakeholder serta masyarakat dalam menekan ganasnya laju virus corona mulai membuahkan hasil. Kasus aktif covid-19 menurun drastis dan perekonomian perlahan mulai bangkit.

Bangkitnya perekonomian masyarakat terlihat pada mulai ramainya kembali sejumlah pasar tradisional. Salah satunya Pasar Pagi Kaliwungu Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Pasar yang digagas sebagai Pasar Sehat oleh Polres Kendal perlahan bangkit dari keterpurukannya setelah terdampak pandemi covid-19. Masyarakat lokal maupun luar Kaliwungu mulai berdatangan untuk melakukan transaksi jual beli.

Kesadaran masyarakat yang tetap mematuhi protokol kesehatan terlihat dengan tetap mengenakan masker saat datang ke pasar tradisional ini.

Di tengah ramainya kondisi di Pasar Pagi Kaliwungu, lapak pedagang jajanan tradisional menjadi lapak paling banyak dikunjungi pembeli. Di era digitalisasi seperti saat ini, jajanan pasar tradisional seperti klepon dan gemblong gendar masih menjadi jajanan primadona bagi masyarakat.

Meski seiring dengan perkembangan jaman, jajanan tradisional seperti klepon kini semakin sulit ditemui karena beberapa alasan seperti penjualnya yang semakin sedikit atau perubahan zaman dengan semakin maraknya cemilan kekinian yang menggeser keberadaan jajanan pasar tradisional. Namun, jajanan ini masih bisa dijumpai di lapak pedagang Pasar Pagi Kaliwungu.

Di blok tengah sisi barat Pasar Pagi Kaliwungu, sedikitnya ada 4 lapak yang masih menjual jajanan khas warga Kaliwungu. Salah satunya yakni, Komariyah, 45 tahun, yang mengaku sudah bertahun-tahun berjualan jajanan tradisional. Warga Dusun Tabak Desa Kertomulyo Brangsong ini mengatakan, sejak pandemi mulai mereda, aktivitas di pasar mulai rame kembali.

“Alhamdulillah mas, sekarang pasar mulai rame,” ungkapnya, Sabtu (4/9/21).

Sambil tetap melayani pembeli, Komariyah menyampaikan bahwa ia berjualan di pasar sejak pukul 8 pagi hingga pukul 1 siang. Saat ramai pembeli, ia bisa pulang lebih awal karena dagangannya sudah laris dan habis diborong pembeli.

“Jajanan yang paling banyak dicari pembeli ya klepon mas. Selain itu masih ada banyak jajanan tradisional yang saya jual seperti, gemblong gendar, ketan, ketan salak dan ulen-ulen,” terangnya.

Dikatakan, klepon yang bentuknya bulat-bulat kecil dan berwarna hijau menjadi jajanan yang paling laris. “Jajanan klepon ini dibuat dari adonan tepung ketan dan pasta pandan yang diuleni hingga kalis, lalu dibentuk bulatan kecil dan diberi isian gula merah di dalamnya. Setelah itu, barulah direbus sampai matang,” kata Komariyah.

Klepon sendiri memiliki tekstur yang kenyal dengan memadukan isian gula merah nan legit dan lumer di mulut. Dalam melayani pembeli, ia tidak mematok harga dalam setiap bungkusnya. Pembeli yang menginginkan perbungkusnya Rp 3000 maupun lebih dari itu, tetap dilayani.

Dengan kondisi yang kembali bergeliat beberapa hari ini, Komariyah kembali mendapatkan omsetnya seperti saat sebelum pandemi. Omset sehari dikisaran Rp 1 juta bisa dengan mudah didapat saat kondisi pasar kembali normal. Omset turun drastis hingga 50% terjadi saat keganasan virus corona melanda Kabupaten Kendal, ungkapnya. (KS)

Halaman ini telah dilihat: 1 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *