Kreatif, Kapolres Wonogiri dan Ketua Bhayangkari Tanam Pohon untuk Ponpes Andurahman Bin Auf

WONOGIRI (iPOLICENews) – Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto dan Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri, Nadia Martina Dydit Dwi menanam pohon buah-buahan. Kapolres menanam bibit pohon mangga sedangkan istrinya menanam bibit pohon jambu kristal, Sabtu, 25 September 2021 di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Abdurahman Bin Auf, Ngaliyan RT 01 RW 08, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Penanaman bibit pohon buah-buahan berbagai jenis juga diikuti pejabat utama Polres Wonogiri, seperti Wakapolres, Kompol Kamiran beserta istri, Kabagren, AKP Kukuh Wiyono beserta istri, Kasat Samapta, AKP Sugihantoro dan istri serta Kapolsek Selogiri, AKP Agus Syamsudin beserta istri. Jenis bibit pohon di antaranya, selain manggan dan jambu kristal juga jambu air, alfukat, durian, pete, nangka dan sebagainya.

“Kita pengin memakmurkan pondok pesantren dan bisa bermanfaat untuk anak-anak yatim sekaligus kita ingin bersilaturahmi, bersedekah dengan pohon,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres menanam pohon itu memiliki manfaat berkelanjutan. “Ke depan ada manfaatnya untuk adik-adik santri. Terpenuhi kebutuhan vitamin buah. Tanam pohon buah hari ini, kali pertama di Ponpes Abdurahman Bin Auf.”

Ke depan, ujar Kapolres, silaturahmi ke Ponpes Yatim akan melebar. “Kalau silaturahmi ke pondok-pondok pesantren sudah dilakukan. Hampir setiap minggu bersilaturahmi ke pondok namun silaturahmi dan tanam pohon ini nanti kita melebar ke ponpes yang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres menyatakan menanam pohon banyak manfaatnya. “Buahnya bisa dimanfaatkan oleh adik-adik santri di sini.”

Ketua Yayasan Abdurahman Bin Auf, Selogiri, H Surono mengatakan menanam pohon banyak manfaat karena bisa menjadi pelindung, perindang dan penampung air hujan. Menurutnya, perizinan pondok pesantren Abdurahman Bin Auf dan MTs Raden Mas Said Selogiri turun tahun 2019 dan 2020.

“Sebelum izin turun, yayasan sudah mengelola 80-an santri kalong. Pondok Pesantren ABA ini tempat santri dhuafa dan yatim, termasuk siswa MTs Raden Mas Said juga dari keluarga dhuafa dan yatim,” jelasnya.

Dia berharap masyarakat bersama-sama membesarkan Ponpes ABA dan MTs Raden Mas Said sehingga terlahir generasi berakhlak dan berwawasan luas. “Sistem pengelolaannya boarding, santri masul asrama.” (JS)

Halaman ini telah dilihat: 12 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *