Peduli Lingkungan, Polda Jateng Bakal Luncurkan Kegiatan Mageri Segara

SEMARANG (iPOLICENews) – Dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah Pandemi Covid-19, Polda Jawa Tengah akan meluncurkan program ‘Mageri Segara’.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi melalui Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M. Iqbal Alqudusy mengungkapkan, untuk memulihkan PEN, pihaknya akan menggelar kegiatan Mageri Segara Mangrove. Artinya adalah memberi pagar lautan dengan tanaman mangrove.

“Program penanaman mangrove dipusatkan di Desa Bendono, Sayung Demak. Kegiatan ini diikuti oleh 13 Polres yang mempunyai daerah pesisir pantai,” kata Iqbal, Minggu (3/10/2021).

“Rencana Polda Mageri Segara akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2021, di mana akan ditanam 10 ribu tanaman mangrove di Desa Bendono dan diikuti oleh 13 Polres dengan masing masing menanam masing-masing 10 ribu mangrove,” jelasnya.

“Total 130 ribu mangrove akan ditanam. Target kita sampai dengan akhir tahun 2021 sudah dapat ditanam 1 juta magrove di pesisir Jawa Tengah,” tambah Iqbal.

Iqbal mengungkapkan maksud baik dari Kapolda Jateng terkait dengan kegiatan ini. Pasalnya, Mageri Segara ini adalah merehabilitasi hutan mangrove untuk mencegah abrasi, mengurangi emisi karbon dan menjaga ekosisitem di pesisir.

“Rangkaian kegiatan Polda Jateng Mageri Segara juga akan diikuti kegiatan vaksinasi bagi masyarakat Bahari sebagai upaya percepatan vaksinasi. Di bidang ketahanan pangan juga akan dilakukan panen kerang di Desa Bendono. Yang tentunya akan membantu masyarakat di Bendono untuk tetap kuat ketahanan pangan,” ucap Iqbal.

Pihaknya juga akan menyalurkan 500 ribu sembako bagi masyarakat bahari di daerah pesisir wilayah Jawa Tengah.

Kapolda berharap agar seluruh elemen masyarakat, komunitas pecinta lingkungan terutama masyarakat pesisir dapat menjaga dan memelihara mangrove sehingga memberi kemanfaatan bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini akan diikuti oleh Pangdam dan jajaran TNI, Danlanal, Bupati Demak, para Kepala Dinas terkait, Basarnas, aktivis lingkungn hidup, mayarakat Bendono dan komunitas nelayan. (Nn)

Halaman ini telah dilihat: 33 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *