Trusti Ketua Riyaadlul Jannah: Kami Mengasuh Seperti Anak Sendiri

SEMARANG (iPOLICENews) – Dari sekadar kumpul – kumpul berujung menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi umat, itulah yang dilakukan oleh ibu-ibu pengantar anak TK dan SD H Isriati I di Masjid Baiturrahman Simpang Lima, tujuh belas tahun yang lalu.

Semula hanya saling mencari teman, ngobrol, akhirnya secara alami terbentuk beberapa kelompok, salah satunya adalah ibu-ibu ingin belajar mengaji.

Dari mulai mengenal huruf alib, bak, tak, ibu-ibu menjalin komunikasi sekaligus mengisi waktu, menunggu anak sekolah, menjadi komunitas pengajian, muncul keinginan untuk menyantuni anak yatim, memberikan bantuan bagi para duafa pada saat hari besar Islam.

Dari komunitas pengajian inilah akhirnya berkembang dan mendirikan panti asuhan dan bimbingan mualaf yang diberi nama Riyaadlul Jannah.

“Kami mengasuh seperti anak sendiri, yang terbaik kami berikan,” kata Hj Trusti Toto Sugiyono selaku Ketua Pengurus PA dan Rumah Tahfidz (menghafal Alquran) Riyaadlul Jannah saat menerima rombongan Lembaga Koordinator Kesejahteraan Sosial (LKKS) Surakarta, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, dengan visi Meningkatkan Kesejahteraan Umat Melalui Iman dan Taqwa, membentuk dan melaksanakan misi Pengasuhan Anak Yatim, Yatim Piatu dan Duafa Melalui Peningkatan Pendidikan dan Keimanan, Setahun kepengurusan terbentuk, pembangunan panti sudah dimulai, dan akhir Juli 2005 gedung asrama PA tahap 1 dapat dikatakan selesai 11 September 2005.

“Alhamdulillah, pada tahap kedua ada donator yang tergerak untuk bekerjasama membangun masjid, membantu biaya 60%. Program pengurus, siapa saja bekerjasama membangun ruang, membiayai minimal 60% dari biaya pembangunan, maka nama donator tersebut dijadikan nama ruang,” tandas Trusti.

Akreditasi A

Sementara itu Sigit Djoko Purwadi, ketua LKKS Kodia Semarang menyatakan Lembaga Kesejahteraan Sosisl Anak (LKSA) Riyaaadlul Jannah sudah diakreditasi dengan nilai A atau sangat baik.

”Sudah mengikuti Bintek Akreditasi yang pertama diselenggarakan oleh Dinsos Semarang, dan divisitasi oleh asesor dari Kemensos. Di Semarang terdapat 128 lembaga kesejahteraan sosial (LKS),” sambungnya.

Ketua pengurus LKKS Kota Surakarta, Mardianto menyatakan kunjungannya untuk meningkatkan kerja melihat keberhasilan Riyadlul Jannah menjadi tempat belajar banyak LKS di Jawa Tengah.

“Kami puas melihat ada usaha BMT, toko, dan lainnya. Juga perpustakaan, kamar khusus untuk anak yang sakit, gazebo untuk belajar dan lainnya,” kata Siti Khotimah dari Dinsos Solo yang menyertai rombongan. (Nn)

 

Halaman ini telah dilihat: 50 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *