Siswa Terkonfirmasi Positif, Disdik Langsung Hentikan PTM Selama 7 Hari

SEMARANG (iPOLICENews) – Pembelajaran tatap muka di Kota Semarang kembali menemukan kasus siswa terkonfirmasi positif Covid-19. Diketahui,  penemuan kasus ini dimana Ibu Kota Jawa Tengah sedang mendapatkan predikat PPKM Level 1.  Oleh sebab itu temuan siswa terindikasi positif terjadi dibeberapa sekolah. Sehingga  Dinas Pendidikan  (Disdik) Kota Semarang melakukan penghentian sementara PTM di TK, SD,  SMP negeri maupun swasta.

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri membenarkan adanya kabar siswa yang konfirmasi positif Covid-19 dibeberapa sekolah yang ada di Kota Semarang. Sebab itu,  pihaknya langsung dialihkan kembali pembelajaran secara online.

“Tepatnya dialihkan ke daring dulu bukan dihentikan. Sistem daring ini akan dilakukan selama 1 minggu, dimulai tanggal 1 November hingga 6 November,”kata Gunawan Saptogiri, Senin (1/11/2021).

>Dijelaskannya, sekolah bermula diizinkan untuk PTM,  namun sekarang diberlakukan pembelajaran secara online untuk  TK,  SD,  dan SMP. swasta maupun negeri di Kota Semarang. Gunawan menyebutkan, sekolah yang memiliki terkonfirmasi positif Covid-19 yakni berjumlah 21 sekolah. Di antaranya SMA/SMK ada 3 sekolah,  SMP 3 sekolah, lalu 1 SD dan MI atau Ponpes sebanyak 14 sekolah. Meskipun demikian, pihaknya hanya menangani sekolah TK, SD, dan SMP.  Sedangkan kata dia,  SMA/SMK yang memilimi kewenangan Disdik Provinsi Jateng.

“Kalau SMA kewenangannya Disdik Provinsi Jateng,” ucapnya.

Saat disinggung pengalihan pembelajaran online,  Gunawan menuturkan bahwa penghentian PTM selama seminggu itu dikarenakan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang sedang melakukan tracking.

“Tracking secara keseluruhan ini untuk mengecek siapa saja yang pernah menjalin kontak dengan siswa positif tersebut dan dilakukan tes,” jelasnya.

Jika hasil tracking dan testing menyatakan negatif,  pihaknya memberikan kembali izin PTM beroperasi di Kota Semarang. Namun sebaliknya, apabila dalam tracking hasil tes-nya dinyatakan ada siswa lainnya yang positif, maka penghentian PTM dimungkinkan diperpanjang.

“Harapannya tidak ada dan jangan sampai terjadi klaster sekolah,” ungkapnya.

Gunawan juga memastikan sekolah  yang ada di Kota Semarang sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketata. Tetapi terkait mobilitas siswa-siswi ini,  memang tidak ada yang mengontrol. Akibatnya penularan bisa terjadi di mana saja.

Pihaknya pun kembali menghimbau agar penerapan protokol kesehatan di sekolah tidak boleh kendor.

“Ayo semuanya tetap waspada, orang tua dan siswa diharapkan tetap memperhatikan dan mengingatkan anak-anaknya saat bepergian dan tidak lupa menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Islamiyah Pancakarya, Nurhayati membenarkan adanya siswa di MI Islamiyah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, pihaknya menerima kabar dari salah satu dokter Puskesmas Halmahera menyatakan adanya siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (29/10/2021) melalui sambungan telefon aplikasi pesan singkat.

“Benar di MI islamiyah, ditemukan tiga kasus konfirmasi positif yakni siswa dari kelas 6 berjumlah 2 orang dan kelas 4 berjumlah 1 orang. Itu berdasarkan informasi dari salah satu dokter Puskesmas Halmahera memberikan kabar melalui Whatsapp hari Jumat siang, siswanya dinyatakan terpapar berdasarkan hasil tes Swab pada Selasa 26 Oktober 2021, “kata Nurhayati, Senin (1/11/2021).

Ia menjelaskan informasi  lainnya dari salah satu dokter menyebut  bahwa siswa tersebut terpapar kasus Covid-19 gejala ringan. Namun dokter ini menyampaikan juga namanya anak mobilitas tinggi.  Sehingga, kata dia, pihaknya belum memastikan siswanya terpapar dari sekolah maupun dari luar sekolah.

Kemarin dokter bilang masih dinyatakan ringan. Sementara ketika dokternya datang ke sekolah bilang kepada saya bahwa untuk tidak usah panik dan merasa salah.  Soalnya namanya virus sukanya menclok kesana-kesini. Di tambah seorang anak setiap harinya mobilitasnya tinggi.  Belum tentu terkena dari sekolahan,  perjalanan anak pulang dari sekolah ke rumah atau anak yang bermain kemana-kemana, tidak tahu,”ujarnya.

Meskipun dinyatakan konfirmasi positif, Nurhayati mengungkapkan bahwa pihaknya masih heran dengan kabar tersebut. Sebabnya, wali murid siswa yang konfirmasi positif mengatakan anaknya dinyatakan sehat dan tidak merasakan gejala akan terpapar Covid-19.

“Saya masih heran,  karena kemarin wali murid telfon mengatakan sebelumnya siswa inisial B dari kelas 4 dinyatakan sehat dengan dibuktikan B masih makan banyak. Dan enggak merasakan apa-apa. Namun hanya saja pilek sedikit.  Siswa kedua bernama inisial H dari kelas 6 juga sama orang tuanya memberikan informasi bahwa anaknya terkena pilek sedikit, “jelasnya.

Pihaknya memastikan bahwa sekolahnya sudah berusaha semaksimal mungkin dalam persiapan proses PTM. Misalnya penerapan protokol kesehatan seperti wajib cuci tangan,  masker, dan pengaturan tempat duduk siswa.

“Kami sudah berusaha untuk sesuai aturan yang dicanangkan pemerintah untuk menyiapkan PTM. Itukan di luar kendala kemampuan kami. Meskipun setiap harinya cuci tangan,  pakai masker,  dan jaga jarak. Bagaimana ya ketika sudah kehendak Allah kaya gini, ya terima saja. Selain itu salah satu siswa inisial E, mohon maaf dilihat dari  rumahnya di sekitar wilayahnya kebanyakan pada berdempetan,”ucapnya.

Saat ditanya terkait masih adanya siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM),

nurhayati menanggapi bahwa kehadiran siswa ke sekolah bukan untuk PTM, namun akan dilakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan siswa tersebut.

“Siswa hari datang ke sekolah ini bukan proses pembelajaran melainkan dari petugas kesehatan mau tracing,”katanya.

Ia menambahkan sekolahannya sudah dilakukan vaksinasi dimulai dari siswa, karyawan hingga guru. Harapannya,  Nurhayati akan lebih mengantisipasi agar tidak kejadian serupa di sekolahannya.

“Kami akan lebih hati-hati lagi. Meski sudah berusaha maksimal mungkin,”pungkasnya.  (DK)

Halaman ini telah dilihat: 10 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *