Tiga Tantangan FKSB Sinergikan Ormas dengan Pemkot Semarang

SEMARANG (iPOLICENews) – Festival HAM dengan menyajikan gelaran Ormas Expo 2021-NGO yang berlangsung pada 17-19 November 2021 di Paragon Mal, Semarang. Meski acara ini terbilang sukses, Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) masih memiliki tiga tantangan untuk  membangun Kota Semarang dari Ormas untuk Pemerintah Kota  (Pemkot) Semarang.

Hal itu diungkapkan oleh Pembina FKSB, Arnaz Agung Andrarasmara pada Sabtu (20/11/2021). Ia mengatakan, Ormas Expo 2021-NGO bermula gagasan dari FKSB pada lima tahun yang lalu. Bertujuan untuk menyamakan pandangan Ormas dalam hal pembangunan yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

“Seingat saya sekitar 4 atau 5 tahun lalu, FKSB mulai tingkatkan dengan hasil 5 persen Ormas yang tidak baik. Selebihnya 95 persen Ormas baik, rata-rata mereka ingin ikut serta dalam pembangunan di Kota Semarang,” kata Arnaz  Agung kepada Joglo Jateng, Sabtu (20/11/21).

Ia menuturkan bahwa masih ada tiga tantangan yang menjadi pekerjaaan rumah (PR) bagi FKSB. Sebab, Arnaz menilai ada beberapa isu yang belum terselesaikan.  Misalnya perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tantangannya, bagaimana meningkatkan ekonomi selama pandemi. Memberikan bidang kewirausahaan bagi teman teman FKSB dan kedua permasalahan sumber daya manusia permasalahan radikalisme, setelah partisipasi dan sinergi yang dilakukan FKSB dengan pemerintah Kota Semarang berjalan. Kami tinggal berfokus terhadap ketiga isu yang harus mulai ditingkatkan oleh FKSB, “jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengaku bangga melihat antusias peserta Ekspo Ormas-NGO. Pasalnya, para peseta bersemangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dari masing-masing Ormas yang ada di Kota Semarang.

“Ini bukti kebersamaan masyarakat, pemerintah, dan seluruh organisasi masyarakat NGO di Kota Semarang. Artinya, Semarang tidak bisa lepas dari Ormas maupun NGO. Adanya  kebersamaan ini, kita berharap Semarang Kota Semakin Hebat,”katanya.

Saat ditanya terkait maraknya Ormas di daerah terjadi bentrok, ia menyebut Ormas di Kota Semarang tak ada terjadi keributan. Sebab, sinergitas Pemkot dengan Ormas masih dinilai baik dalam berkomunikasi.

“Saya kira Ormas yang ribut tidak ada di Kota Semarang. Jika Ormas ribut, biasanya tidak ada komunikasi antar ormas degan pemerintah. Semarang aman-aman saja,”ujarnya. (DK)

Halaman ini telah dilihat: 14 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *