BREBES (iPOLICENews) – Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Kearifan Lokal bagi para pandu budaya selama 3 hari (29/7).
Kegiatan yang bertempat di Balai Budaya Kampung Adat Jalawastu. Kegiatan kali ini diselenggarakan untuk mengkurasi objek pemajuan kebudayaan serta memberikan workshop dokumentasi pemanfaatan potensi objek pemajuan kebudayaan milik Masyarakat Adat.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahap Pembekalan Pandu Budaya Proses Temu Kenali Objek Pemajuan Kebudayaan yang telah diselenggarakan pada bulan Mei lalu.
Sekolah lapang kearifan lokal merupakan media belajar para generasi muda sebagai pandu budaya kepada para empu budaya atau para tokoh-tokoh adat. Selama kurang lebih dua bulan, setiap minggunya para pandu mendapat pendampingan dari para tokoh adat melakukan temu kenali dengan mendokumentasikan berbagai potensi budaya yang ada di Kampung Adat Jalawastu.
Ketua Adat Jalawastu, Kaliwon Surya Atmaja dalam sambutan mengatakan setelah beberapa kali pertemuan sekolah lapang kearifan lokal terdapat peningkatan kesadaran dan pengetahuan para Jagabaya dan wanoja tentang potensi budaya milik masyarakat Jalawastu.
“pertemuan-pertemuan sekolah lapang kearifan lokal, terdapat peningkatan kesadaran dan pengetahuan para jagabaya (pemuda) dan wanoja (pemudi) mengenai potensi budaya milik masyarakat adat Jalawastu” kata ketua adat.
Di jelaskan Kaliwon, Proses kurasi budaya melalui sekolah lapang kearifan lokal dipandu oleh para narasumber dengan menggunakan dokumen temu kenali berbagai kekayaan kebudayaan yang ada di Jalawastu. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kurasi objek pemajuan kebudayaan di Masyarakat Adat Jalawastu, peneliti ahli muda BRIN, Yanu Endar Prasetyo beserta praktisi sekolah lapang, Rinto Andhi Suncoko.
Selain melakukan proses kurasi ragam budaya, Kemdikbudristek juga memberikan workshop dokumentasi objek pemajuan kebudayaan bagi para pandu budaya Jalawastu.
Di sampaikan Keliwon ,Materi-materi yang diberikan dalam pelatihan dokumentasi antara lain: perencanaan membuat konten media, teknik fotografi dan videografi, langkah membuat prodcast, teknik live streaming.
“Diharapkan melalui sekolah lapang kearifan lokal para pandu memiliki keterampilan mengoptimalkan teknologi informasi dalam proes pendokumentasian kekayaan budaya. Lebih jauh lagi sekolah lapang kearifan lokal merupakan sarana bagi generasi muda adat untuk mendukung proses pemajuan kebudayaan.,” Pungkasnya. (AL)



