SDN 1 Blambangan Budayakan Salam Sebelum Masuk Ruang Kelas

BANYUWANGI (iPOLICENews) – Upaya meningkatkan interaksi positif dan lingkungan belajar yang lebih inklusif, para murid SD Negeri 1 Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur telah menerapkan prinsip P5 (Punctuality, Politeness, Professionalism, Preparation, Participation) dengan menerapkan salam kepada para guru setiap kali mereka memasuki gerbang sekolah.

Penerapan prinsip ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi langkah konkret dalam membentuk nilai-nilai yang diharapkan dari siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya fokus pada kehadiran tepat waktu, kesopanan, profesionalisme, persiapan, dan partisipasi, siswa diharapkan akan menginternalisasi nilai-nilai ini dan menerapkannya secara konsisten.

Kegiatan saling menyapa ini telah menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap harinya. Siswa-siswi berdiri dengan antusias dan penuh semangat, sambil berkesempatan untuk bersalaman dan menyampaikan ucapan selamat pagi kepada para guru dan staf. Hal ini menciptakan iklim yang hangat dan menyenangkan di awal hari sekolah.

Menurut Bapak Ali Sodikin, selaku kepala sekolah SDN 1 Blambangan, kegiatan ini memiliki dampak positif yang signifikan. “Ritual saling menyapa ini membantu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara siswa dan guru. Ini bukan hanya tentang salam formal, tetapi lebih pada rasa penghormatan dan keakraban di antara kami. Kami merasa dihargai dan diperhatikan setiap kali siswa memberikan salam pagi kepada kami.”

Kepala Sekolah, Bapak Ali Sodikin, Ketika ditemui di ruang kerjanya (06/01/2024) menekankan pentingnya nilai-nilai sosial yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini. “Kegiatan saling menyapa di gerbang sekolah bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan menghargai peran setiap individu di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang ingin kami tanamkan di SD Negeri 1 Blambangan.” jelasnya.

Diharapkan dengan penerapan prinsip P5 ini secara konsisten, siswa tidak hanya akan menjadi individu yang lebih teratur, tetapi juga membawa dampak positif dalam suasana sekolah yang ramah, inklusif, menciptakan budi pekerti luhur dan berakhlakul karimah.

(AH/IPN)

Halaman ini telah dilihat: 17 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *