Siswa SMP Difabel Gunungkidul Patah Jari Usai Jadi Korban Bullying

YOGYAKARTA ( iPOLICENews) — Seorang siswa penyandang disabilitas salah satu SMP Negeri di Wonosari, Gunungkidul, DIY menderita patah jari diduga akibat perkelahian usai jadi korban perundungan atau bullying teman sekolahnya.

Siswa kelas VII berusia 13 tahun tersebut kini menjalani perawatan di RSUD Wonosari. Dia diharuskan menjalani operasi untuk memulihkan patah tulang jari kelingking tangan kirinya.

“Habis dirontgen, kelingkingnya patah harus dioperasi dan pasang pen. Tadi sudah masuk ruang operasi, terus saat mau dioperasi anak saya batuk terus nggak jadi dioperasi, besok lagi,” kata Wasido, ayah siswa korban di Gunungkidul, Kamis (22/2).

Berdasarkan informasi yang Wasido peroleh, cedera patah tulang jari tersebut didapat ketika sang anak berkelahi dengan salah seorang temannya di sekolah, Rabu (21/2) siang.

“Kata teman-temannya kepuntir, dipuntir (dipelintir), kemarin habis salat dzuhur, langsung dibawa ke RSUD, mondok,” lanjutnya.

Pemicu perkelahian disinyalir lantaran sang anak tak terima diolok akan kondisinya yang tidak sempurna. Putra Wasido memang terlahir memiliki satu tangan.

“Awal mulanya kata teman-temannya saling berejek-ejekan, itu diejek temannya mungkin anak saya nggak terima atau gimana terus terjadi perkelahian. Tapi, sebenarnya gimana saya juga kurang tahu,” bebernya.

Menurut Wasido, anaknya tersebut memang kerap jadi sasaran perundungan. Dia mengaku selalu berpesan agar putranya itu tak menggubris ketika diolok dan langsung melapor kepada guru di sekolah.

Wasido pun menduga putranya itu kehabisan kesabaran sehingga meladeni ejekan temannya dengan melawan balik.

“Biasanya nggak kaya gitu,” ungkapnya.

Wasido sudah melapor ke pihak sekolah yang mempertemukannya dengan orang tua siswa terduga pelaku. Menurut dia, sejauh ini belum ada solusi pertanggungjawaban atas nasib anaknya, sementara pihak sekolah juga menyarankan persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Belum tahu (rencana ke depan), kalau pihak dari keluarga atau dari sekolahan mau menemui saya berunding ya coba nanti gimana,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati sementara menyebut pihak sekolah sudah berupaya memediasi permasalahan ini.

Nunuk juga menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini. “Nanti saya kabari,” katanya.

( Yd/CNNI )

Halaman ini telah dilihat: 4 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *