Warga Pruwatan Bumiayu Gotong Royong Urug Jalan Kabupaten Yang Rusak.

BREBES (iPOLICENews) – Warga masyarakat dari Dukuh Pelem dan Dukuh Sesepan, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah menunjukkan semangat gotong royong yang membanggakan pada Jumat, 24 Mei 2024. Mereka bergotong royong untuk mengurug jalan rusak di wilayah mereka, menjadikan aktivitas ini sebagai momen untuk mempererat keakraban di antara tetangga serta memupuk sikap kepedulian dan kerja sama.

Rasiman SH, Kepala Desa Pruwatan, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini tidak hanya menghasilkan perbaikan fisik, tetapi juga membawa manfaat sosial yang besar. Melalui kerja bakti ini, masyarakat belajar untuk bekerja sama, mempererat hubungan kekeluargaan, dan meningkatkan kesadaran akan kepentingan orang lain.

“Aktivitas Jum’ at sehat mengurug jalan yang berlobang dan memotong tanaman yang sudah mulai rindang yang dahannya dianggap mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.” Ujarnya.

Selain mengurug jalan yang berlobang, warga juga membersihkan tanaman yang tumbuh di pinggir jalan dan dianggap mengganggu serta berpotensi membahayakan pengguna jalan. Jalan kabupaten di wilayah tersebut memang telah lama mengalami kerusakan akibat genangan air dan usia yang sudah tua.

Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sorong, cangkul, dan karung, warga dengan penuh semangat melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Mereka percaya bahwa dengan perbaikan ini, akses menuju desa lain akan menjadi lebih aman bagi semua warga.

Partisipasi warga dalam kerja bakti ini sangat tinggi, menunjukkan antusiasme dan keinginan yang besar untuk memperbaiki kondisi jalan yang sudah rusak. Meskipun ini merupakan inisiatif swadaya, warga berharap agar pemerintah daerah juga turut terlibat dalam perbaikan jangka panjang untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Para warga sangat antusias dalam gotong royong tersebut, meskipun perbaikan jalan tersebut melalui swadaya bersifat penanganan sementara sambil menunggu perbaikan jalan dari pemerintah daerah setempat.” Tandasnya.

Dengan demikian, kerja bakti bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan sarana untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas di antara masyarakat desa. (Alex/IPN)

Halaman ini telah dilihat: 601 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *