BREBES (iPOLICENews) – Kebijakan penghapusan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Brebes sejak Januari 2025 menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Langkah pemerintah yang mengalihkan skema ke BPJS dengan subsidi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinilai belum sepenuhnya mampu menjamin perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan.
Slamet Maryoko, yang akrab disapa Bang Djarot, selaku Ketua Gerakan Otak Sehat (GERTAKS) Kabupaten Brebes, turut menyuarakan keprihatinannya. Ia meminta agar pemerintah meninjau ulang keputusan tersebut. “Penghapusan Jamkesda harus dipertimbangkan matang-matang. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban kebijakan yang tidak berpihak,” tegasnya Jarot. Rabu, ( 30/04/2025 )
Lanjut Djarot ,”Aksi protes digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jamkesda, di Kantor Pemerintahan Terpadu ( KPT ) Kabupaten Brebes yang diikuti berbagai lapisan warga. Mereka membawa poster dan spanduk berisi tuntutan agar Jamkesda kembali diberlakukan atau setidaknya disediakan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak.
Di katakan Djarot, ” Mungkin tak hanya orang dewasa, beberapa anak-anak yang menjadi korban ketidakjelasan sistem jaminan kesehatan juga turut hadir, menggambarkan betapa mendesaknya solusi dari pemerintah.
Kami berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah, DPRD, dan perwakilan masyarakat guna merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat kecil. Serta ada kebijakan ini dievaluasi. Jangan biarkan masyarakat miskin semakin terpuruk akibat kehilangan akses layanan kesehatan,” ujar Djarot
Hal senada disampaikan oleh warga Brebes lainnya, Bagus Handoko, yang menyatakan kekecewaannya atas dihapusnya Jamkesda dan berharap agar suara masyarakat dapat didengar oleh para pemangku kebijakan. Tutupnya. ( Alex/IPN )



