Program Ketahanan Pangan, Desa Pruwatan Brebes Kembangkan Budidaya Ayam Petelur

BREBES (iPOLICENews) – Pemerintah Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes meresmikan program ketahanan pangan tahun 2025 dengan mengembangkan budidaya ayam petelur yang mengambil lokasi Kandang di dekat Desa Wisata Bukit Sendari Dukuh Pelem Desa Pruwatan dengan biaya akumulasi dari Dana Desa 2025 sekitar Rp 329,2 juta.

Program Ketahanan Pangan pada Rabu (24/9) diresmikan oleh Camat Bumiayu yang wakili oleh Sekcam Ahmad Rofii, S.IP, MM.dslam acara tersebut nampak hadir Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Pruwatan Rasiman SH, Ketua BUMDES Desa Pruwatan dan undangan lainnya.

Program Ketahanan Pangan budidaya ternak ayam petelur sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan desa Pruwatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Kepala Desa Pruwatan Rasiman SH. Bahwa program ketahanan pangan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa Pruwatan dalam menciptakan desa yang mandiri secara pangan dan berdaya secara ekonomi.

“ Untuk Pengelolaan ketahanan pangan tahun ini difokuskan pada BUMDes, sehingga pengelolaannya lebih terstruktur serta dapat memberikan hasil yang maksimal dan dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat desa,” ungkap Rasiman.

Ia mengungkapkan, sebagai tahap awal, budidaya ayam petelur itu yang lokasinya di Dekat Deswita Bukit Sendari Dukuh Pelem Desa Pruwatan dengan total target populasi ayam 1500 ekor

Panjang Kandang ayam petelur 30 meter lebar 6 meter, Kandang dirancang secara khusus untuk menjaga efisiensi ruang dan produktivitas telur. Adapun progress pembangun seluruh proses pembangunan hingga pengelolaan dilakukan dengan melibatkan warga sekitar.

“Program ini bukan hanya soal produksi telur, tapi juga pemberdayaan warga. Semua proses melibatkan masyarakat, dan jika berhasil, akan kami replikasi di titik lain tahun depan,” jelasnya.

Dari sisi ketahanan pangan, budidaya ayam petelur ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 81 kg telur per hari dan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, telur-telur tersebut juga akan dipasarkan melalui jaringan distribusi desa, guna mendukung ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau di masyarakat.

“Dengan hitungan yang matang dan keterlibatan masyarakat, program Ketahanan Pangan ayam petelur Jika berhasil, tahun depan kami siapkan lokasi baru agar lebih banyak warga yang terlibat,” Tandas Kepala Desa Pruwatan.

Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan efisiensi tersebut, diharapkan budidaya ayam petelur ini dapat menjadi memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar serta mendorong roda perekonomian Desa Pruwatan agar lebih meningkat kedepannya.( Alex/IPN ).

Halaman ini telah dilihat: 428 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *