HUT YBB JATENG Ke- 74 Makin Bergelora Semangatnya untuk Mensejahterakan Masyarakat dan Membangun Budaya Tradisional

SEMARANG (iPOLICENews ) – Dalam peringatan HUT YBB D JATENG ( Yayasan Bhrata Bakti Daerah Jawa Tengah ) yang ke 74 , makin nampak jelas misi pengabdiannya yang fokus pada sosial kemanusiaan dan keagamaan saat ini bersama Pemkot Semarang dan Dinas Kebudayaan Pariwisata juga bertekad ikut melestarikan budaya tradisional Indonesia khususnya kesenian Wayang Wong ( Wayang Orang ).

Acara tersebut di gelar pada Sabtu 24 Januari 2026 sore di Gedung Theater Ki Narto Sabdo Jalan Sriwijaya Semarang yang juga di hadiri oleh para tamu undangan khusus dari segenap pengurus PP Polri Jateng, staf Pemkot Semarang , Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, dari staf Polda Jateng , pengurus Dian Kemala, Wara Kawuri, jajaran pengurus serta anggota YBB D Jateng yang semuanya berjumlah kurang lebih 500 orang.

Dalam acara tersebut di pentaskan kesenian wayang orang dengan judul DEWO RUCI dari Ngesti Pandowo , yang menggambarkan makna kisah perjuangan manusia dalam mengendalikan nafsu dan kepatuhan kepada gurunya untuk menemukan kesempurnaan hidup, dimana sosok tokoh Bima ( Wrekudoro ) yang melambangkan sosok yang jujur, tulus, patuh dan memiliki tekad kuat dalam mencari kebenaran.

Ketua panitia Kombes Pol ( P) Agus Budi Setiawan mengatakan bahwa giat HUT YBB D Jateng ini rutin diselenggarajan pada setiap tahunnya dan di selenggarakan di tempat yang berbeda-beda diwilayah Jawa Tengah.

” HUT YBB Jawa Tengah kali ini yang ke 74 dan kami tampilkan kesenian wayang orang dari Ngesti Pandawa dengan lakon Dewa Ruci untuk mengganbarkan semangat pengabdian YBB yang dihadiri dari PP Polri, Kantor Hukum Bintang Melati, Pemkot Semarang, Dinas Kebudayaan Priwisata , staf Polda Jateng , Dian Kemala, Wara Kawuri dan segenap tamu undangan lainnya yang jumlahnya sekitar 500 orang ” , jelas Agus Budi.

Ketua Pembina YBB D Jateng Brigjed Pol ( P ) Drs S.A. Soehardi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangkaian pengabdiannya YBB D Jateng juga melakukan upaya-upaya kembali menggairahkan budaya tradisional seperti halnya kesenian wayang orang yang mulai kurang diminati masyarakat di era ini.

“Kami memang fokus bergerak di bidang sosial kemanusiaan dan keagamaan, namun melihat adanya ” CRISIS CULTURE ” maka kami bersama-sama Walikota Semarang dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Semarang berupaya kembali membangun kecintaan masyarakat pada seni tradisional Indonesia, khususnya seni wayang si Semarang ini,” ungkap Soehardi.

Di kesempatan terpisah ketua YBB D JATENG Kombes Pol ( P ) Sugeng Suyadi juga menyampaikan hal yang senada, bahwa acara HUT ini sengaja menampilkan kesenian wayang orang agar kita tetap tidak melupakan budaya tradisional bangsa sendiri.

“Gelar kesenian wayang orang di HUT ke 74 bukan yang pertama kalinya, karena pada bulan lalu kami segenap pengurus dan anggota YBB Jateng juga mengadakan acara nonton bareng wayang orang di Sriwedari Solo sebagai wujud kecintaan kita pada kesenian tradisional agar tetap terjaga kelestariannya”, jelas Suyadi.

Acara potong tumpeng sebagai tradisi dalam perayaan HUT YBB Jateng dipimpin oleh ketua YBB Jateng Sugeng Suyadi dilanjutkan dengan acara penyerahan sekedar bantuan kepada anggota grup kesenian Ngesti Pandawa agar termotivasi dalam menggeluti kesenian yang menjadi aset budaya Bangsa Indonesia , dan kemudian dilanjut dengan pentas wayang orang yang sudah ditunggu-tunggu oleh para tamu undangan yang hadir.
( YD /IPN ).

Halaman ini telah dilihat: 44 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *