SEMARANG (iPOLICENews) — Seorang pelajar bernama Nadia (14) ditemukan dalam kondisi tewas setelah terseret arus di kawasan DAS Perumasan Karangmalang, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jenazah korban ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu pagi setelah sempat hilang kontak sejak Selasa malam.
“Keduanya jatuh naik scoopy boncengan, satu selamat (Alifa) dan satu hilang (Nadia ditemukan tewas),” kata Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhawary Agustianto (11/2/2026).
Zulhawary menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah siswi tersebut ditemukan terbawa arus hingga ke aliran Sungai Cepoko, Kecamatan Mijen.
“Ternyata malam itu ada dua kejadian di tempat yang berdekatan,” lanjutnya.
Insiden itu terjadi saat wilayah Mijen diguyur hujan deras pada Selasa 10/2/2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Dua pelajar SMP Negeri 3 Boja tersebut sedang berboncengan melintas di kawasan DAS Perumasan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menyebutkan, derasnya limpahan air di jalan membuat kendaraan korban sulit dikendalikan. Arus yang kuat akhirnya menyeret motor beserta kedua remaja tersebut ke arah aliran sungai.
“Tak bisa dikendalikan karena derasnya arus,” ucap Endro.
Salah satu korban bernama Alifa (14) berhasil melakukan tindakan penyelamatan diri dengan cara melompat dari motor sebelum terseret lebih jauh. Berbeda dengan Alifa, Nadia yang masih berada di atas kendaraan tidak mampu menyelamatkan diri sehingga hanyut terbawa arus sungai yang sedang meluap. Tim SAR gabungan segera melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak laporan diterima pada Selasa malam.
“Dalam kejadian tersebut, satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan melompat, sementara satu korban terseret arus,” ungkap Endro.
Upaya pencarian sempat terkendala kondisi gelap dan cuaca di lapangan sebelum akhirnya membuahkan hasil di hari kedua. Saat ini jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas.
(Yd-IPN/KPcom)



