PASURUHAN (iPOLICENews) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan menemukan 35 pelajar SMK di Kabupaten Pasuruan positif narkoba. Mayoritas puluhan pelajar itu diketahui menggunakan narkotika jenis sabu.
Kepala BNNK Pasuruan Masduki mengatakan, angka 35 tersebut didapatkan setelah tes urine dalam kegiatan skrining terhadap siswa di puluhan SMK negeri dan swasta di Kabupaten Pasuruan periode Februari 2026. Proses sampling dilakukan setelah berkoordinasi dengan guru bimbingan konseling (BK) di masing-masing sekolah.
“Siswa yang dinilai memiliki potensi atau kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba dipilih untuk mengikuti tes. Setiap sekolah dipilih sekitar 60 siswa untuk tes urine. Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan 35 pelajar positif narkotika,” kata Masduki, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, angka tersebut tergolong cukup tinggi, mengingat pemeriksaan baru dilakukan pada tingkat SMK. BNNK Pasuruan belum melakukan skrining serupa pada siswa SMP maupun SMA.
Meski demikian, para pelajar yang positif tidak diproses secara hukum. Mereka akan menjalani pembinaan serta perawatan oleh BNNK Pasuruan.
“Puluhan pelajar ini terdiri atas laki-laki dan perempuan, namun mayoritas laki-laki. Mereka menjalani rawat jalan. Ada juga yang kami datangi langsung untuk pendampingan,” jelasnya.
Dari hasil pendalaman, sebagian besar pelajar diduga mengonsumsi narkoba karena pengaruh lingkungan. Mereka mengaku menggunakan narkoba karena ajakan teman. Ada juga yang penasaran dan ingin tahu seperti apa itu narkotika.
Masduki menilai, temuan ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan sebab penyalahgunaan narkoba telah menyasar kalangan pelajar. Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan. Sebab, penanganan dan pencegahan narkotika di kalangan pelajar tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Harus ada kerja sama semua pihak dan seluruh pemangku kebijakan. Sosialisasi tentang bahaya narkotika perlu terus dilakukan dengan melibatkan sekolah dan para siswa,” pungkasnya.(Hanna)







