Arus Mudik 2026 di Sragen Menurun, Lalu Lintas Lebih Lancar dan Terkendali

SRAGEN (iPOLICENews) — Arus kendaraan pemudik yang memasuki wilayah Kabupaten Sragen pada Lebaran 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini berdampak pada kondisi lalu lintas yang relatif lebih lancar selama periode mudik dan arus balik.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satria Leksono, menyebutkan bahwa kelancaran arus lalu lintas juga dipengaruhi oleh masa mudik yang lebih panjang dibanding tahun lalu.

“Secara kasatmata lalu lintas relatif lancar. Kelancaran lalu lintas juga didukung dengan masa mudik yang panjang. Kalau pada 2025 lalu, buka tutup rest area tol bisa sampai 5-7 kali tetapi pada mudik 2026 hanya sekali terjadi penutupan rest area. Sedangkan selama arus balik praktis tidak terjadi penutupan rest area di jalur tol,” ungkap Kukuh saat dihubungi, Rabu (1/4/26).

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026, jumlah kendaraan yang melintas di jalur tol selama 12 hari mencapai 74.445 unit. Angka ini turun 0,96 persen dibandingkan Lebaran 2025 yang mencapai 75.163 kendaraan.

Sementara itu, di jalur arteri tercatat sebanyak 496.216 kendaraan melintas selama OKC 2026. Jumlah ini juga mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 7,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 531.262 kendaraan.

Penurunan volume kendaraan baik di jalur tol maupun arteri tersebut mengindikasikan bahwa jumlah pemudik yang datang ke Sragen pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan 2025.

Kukuh juga menjelaskan bahwa arus lalu lintas dari arah Jawa Tengah maupun Jakarta menuju Jawa Timur, maupun sebaliknya, terpantau relatif seimbang tanpa adanya penumpukan signifikan di titik tertentu. Mayoritas kendaraan yang melintas didominasi oleh pelat nomor dari Jawa Timur.

“Kemungkinan adanya jalur tol Solo-Jogja yang dibuka sehingga banyak warga dari Jatim yang berwisata ke Jogja. Kalau dulu warga Jatim hanya berputar di Jatim, sekarang sudah bergeser ke Jogja karena ada kejenuhan di wilayah Jatim,” terang Kukuh.

Selain faktor infrastruktur, berbagai inovasi layanan yang dihadirkan Polres Sragen selama Operasi Ketupat Candi 2026 turut memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran arus mudik. Berbagai program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat.

Kukuh menyebutkan bahwa sedikitnya terdapat 20 inovasi layanan yang diluncurkan, di antaranya inovasi Mbak Dewi serta fasilitas wahana anak ceria gratis di Pos Terpadu OKC yang dipusatkan di kawasan Pemda lama, yang dinilai sangat membantu para pemudik.

Sebelumnya, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatlantas Polres Sragen menegaskan bahwa secara umum jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke wilayah Sragen mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu. (Joko S/IPN)

Halaman ini telah dilihat: 3 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *