Suspek Campak di Wilayah Jawa Tengah Melonjak Jadi 2.188 Kasus, Tertinggi di Kudus

SEMARANG ( iPOLICENews) — Kasus suspek campak di Provinsi Jawa Tengah terus mengalami lonjakan. Hingga Selasa (7/4) suspek campak di Jateng tercatat ada 2.188 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, terdapat beberapa daerah dengan kasus suspek tertinggi, antara lain Kabupaten Kudus sebanyak 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus. Sejauh ini sudah terdapat 144 kasus positif campak di Jateng.

Kasus positif campak dengan jumlah tertinggi berada di beberapa daerah seperti Cilacap (21 kasus), Banyumas (20 kasus), dan Pati (20 kasus). Kasus campak di Cilacap dan Pati telah tergolong sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena ditemukan dua kasus pada satu tempat yang sama. KLB campak juga terjadi di Klaten yang saat ini mencatatkan enam kasus positif.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan campak menjadi salah satu prioritas penanganan bersama pemerintah kabupaten/kota. “Kita di Klaten ini untuk mengecek vaksin campak yang sekarang menjadi atensi di Jawa Tengah. Beberapa kabupaten/kota sudah kita lakukan deteksi dini,” kata Luthfi (8/4).

Dia menambahkan bahwa upaya menggalakkan imunisasi campak dilakukan serentak bersama dinas kesehatan kabupaten/kota. Tujuannya agar penyakit tersebut tidak semakin meluas.

Luthfi mengimbau masyarakat bagi yang memiliki anak segera melengkapi vaksinasinya dan meminta masyarakat peka terhadap gejala campak, misalnya menemukan ruam merah dan demam segera memeriksakan anaknya ke puskesmas.

“Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi,” kata Luthfi.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, mengatakan, rata-rata kasus suspek campak ditemukan pada anak-anak. Namun dia mengingatkan bahwa campak juga dapat menyerang individu dewasa.

“Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas,” ujar Heri.

Sebelumnya Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan, cakupan vaksinasi campak di Jateng sudah terpenuhi atau bisa dibilang telah menyentuh 100 persen. “Tapi tahun kemarin, kita bicara (pandemi) Covid, itu kan banyak yang tidak terimunisasi. Dampaknya mungkin sekarang-sekarang ini,” ucapnya pada Selasa (31/3).

Yunita mengatakan, khusus daerah yang sudah berstatus KLB, akan dilakukan outbreak response immunization (ORI). “Jadi kalau sudah memenuhi kriteria KLB, harus ORI. Jadi menyisir kembali apakah ada anak yang belum diimunisasi campak,” ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa campak dapat menyerang siapa saja, tak hanya kalangan anak-anak. “Jadi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” pungkasnya.

( Tim/IPN )

Halaman ini telah dilihat: 19 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *