Kukuhkan 100 Tim, Pj Bupati Batang Optimis Dapat Turunkan Angka Stunting

BATANG (iPOLICENews) – Untuk mendukung percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Batang. Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengukuhkan sebanyak 100 Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, usaha dan akademisi di Aula Bupati, Kabupaten Batang.

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk penurunan Stunting di Kabupaten Batang yang nantinya dapat direalisasikan dengan baik.

Dijelaskannya, stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dan infeksi berulang, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan.

“Stunting tidak sekedar anak yang terhambat pertumbuhannya namun juga terhambat perkembangan otaknya sehingga kemampuan untuk berfikir menjadi sangat kurang dan pada akhirnya menjadi kurang produktif, pendek, dan mudah sakit,” jelasnya, Rabu (20/7).

Angka stunting di Kabupaten Batang masih cukup tinggi untuk itu, kegiatan ini diadakan dalam rangka membentuk tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting.

Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal. Disertai dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berkompetisi di tingkat global.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Supriyono menambahkan, Kabupaten Batang menempati peringkat 21,1 % berada di tengah-tengah Provinsi Jawa Tengah. Jawa sendiri secara nasional dibawah angka 24 %.

“Progres penurunan stunting di Jawa Tengah selama dua tahun cukup bagus di angka 6,7% sedangkan rata-rata nasional diturunkan hanya 3,4%. Ada dua kabupaten yang mempunyai perhatian lebih, karena stunting mereka yang terbanyak yaitu Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Brebes,” ungkapnya.

“Kabupaten Batang sendiri sebetulnya sudah ada desa yang berhasil menurunkan angka stunting sampai nol di wilayahnya yaitu Desa Depok. Pemerintah Daerah telah melaksanakan studi banding terkait stunting disana,” ujar dia.

Fokus saat ini yang akan dilakukan mensosialisasikan terhadap pencegahan dan penanganan status stunting dengan para remaja, calon pengantin, calon ibu, dan pasangan usia muda. Selain itu, Pemkab Batang dapat bekerjasama dengan TNI dan POLRI secara khusus.

Ia berharap, kepada masyarakat Kabupaten Batang bisa bersama-sama menangani stunting sesuai program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yakni “Nginceng Wong Meteng”. Jadi kita harus siap melakukan pemantauan dari kesiapan pengantin sampai bayi melahirkan. (PS)

Halaman ini telah dilihat: 28 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *