KUDUS ( iPOLICENews) – Seorang siswa SMK NU Miftahul Falah Cendono di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bikin heboh jagat maya dengan nekat menyurati Presiden Prabowo Subianto yang isinya menolak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswa itu adalah M.Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual. Surat terbuka itu, ia unggah di Instagram miliknya @arsya_graph.
Dalam suratnya ia menyatakan menolak menerima MBG dan meminta Presiden Prabowo agar dana dari alokasi dana jatah MBG miliknya itu dialihkan untuk kesejahteraan guru.
”Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” tulis Arsya Maulidi dalam suratnya (3/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa surat tersebut bukan penolakan terhadap program pemerintah, tetapi merupakan wujud kepeduliannya sebagai seorang pelajar akan kesejahteraan para guru, dan dia juga mengajak para pelajar lainnya untuk ikut menyuarakan hal yang sama.
”Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa, imbuhnya.
Berikut isi surat Muhammad Rafif Arsya Maulidi, pelajar kelas XI SMK NU Miftahul Falah Cendono pada Presiden RI Prabowo Subianto:
Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di istana negara
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan hormat,
Perkenalkan, nama saya Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar kelas XI SMK NU MIFTAHUL FALAH KUDUS. Saya berasal dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya di rumah. Sejak kecil, saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih beradab. Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati. Guru di sekolah, ustadz yang mengajarkan mengaji, serta para kiai yang membimbing akhlak dan ilmu, memiliki peran besar dalam kehidupan saya.
Namun, saya melihat masih banyak guru, termasuk di SMK Miftahul Falah tempat saya belajar, yang mengabdi dengan penuh dedikasi tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui surat ini, saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya.
Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000). Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja.
Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
(Tim/IPN )







