SALATIGA (iPOLICENews) – Simpang Sidomulyo yang berada di Jalan Hasanudin Salatiga merupakan jalan strategis kota yang menuju beberapa perkantoran pemerintah, pabrik, rumah sakit dan permukiman yang padat penduduknya sehingga arus lintasnya nyaris tidak pernah berhenti, terutama pada jam-jam kerja sehingga nampak semrawut dan bising karena banyaknya pemotor yang masih menggunakan knalpot brong dan ditambah dengan banyaknya pengamen yang menggunakan alat pengeras suara secara berlebihan saat beraksi.
Masyarakat sekitar simpang Sidomulyo sudah lama mengeluhkan hal ini dan sempat berusaha menyampaikan kepada petugas Polsek Sidomukti yang sedang berada di lokasi saat ada kejadian lakalantas beberapa waktu lalu, namun belum mendapat respon yang nyata karena sangat banyaknya pemilik motor yang menggunakan knalpot brong, sedangkan untuk pengaturan ketertiban para pengamen di jalan raya atau di perempatan in merupakan kewenangan pihak Satpol PP.
Dari pengamatan tim investigasi diketahui memang, kadang ada razia Satpol PP di simpang tersebut , namun tidak ada tindakan tegas pada para pengamen, sehingga setelah para petugas yang tampaknya lebih fokus pada pembersihan spanduk liar itu meninggalkan lokasi, maka pengamen tersebut kembali beraksi dengan sound sistemnya yang menggelegar.
Pengamen yang beraksi di simpang Sidomulyo itu lebih dari 10 kelompok dan mereka bergiliran ngamen sampai malam hari,sehingga suara bisingnya sangat menggangu jam istirahat warga sekitar.
“Suara kanlpot brong dan suara musik pengamen luar bisa kerasnya dan mengganggu siang malam . Terlebih di malam Mingu dan hari libur . Banyak anak-anak muda seperti sengaja trek- trekan dengan motor brong nya, ” ungkap In warga Banjaran ( 2/5 ).
” Kita didalam rumah tidak bisa saling bicara karena suara knalpot brong lewat, Dalam sehari bisa terjadi sampai lebih dari 50 kali, ” katanya.
” Kalau suara musik orang ngamen itu lebih lama, bisa nyaris seharian karena yang ngamen ganti orang . Sangat menganggu jam ibadah dan tidur, ” tambah nya.
Salah satu ketua lingkungan ( RT 2 ) di Banjaran mengatakan bahwa dia warga asli bukan Banjaran tidak berdaya terhadap masalah knalpot brong yang kian marak meskipun sudah ada larangan dari pihak kepolisian.
“Bagamana kami bisa melarang knalpot brong, ini kan jalan raya dan jika kita tegur nanti malah jadi ribut dengan mereka , ” ungkap nya.
Kebisingan di simpang Sidomulyo ini nampaknya sudah cukup lama dan berakar sehingga banyak warga sekitarnya hanya bisa menahan polusi suara itu sambil mengeluh jadi tambah stress dalam keseharianya.
” Beginilah rasanya tinggal dekat simpang Sidomulyo, setiap hari sarapan dan makan suara knalpot brong ditambah full musik pengamen, ” ujar AN warga setempat sambil pegangi kepalanya sebagai isyarat pusing kepalanya.
Dari banyak pemberitaan, sudah sering dilakukan razia knalpot brong diwilayah Salatiga, namun di lokasi simpang Sidomulyo masih sangat banyak motor brong lalu lalang disana hingga menimbulkan suara dengan tingkat kebisingan yang sungguh sangat luar biasa.
Harapan warga setempat semoga kebisingan atau polusi suara knalpot bring dan pengamen jalanan ini bisa segera di tangani oleh pihak-pihak yang berwenang baik dari Satlantas maupun Satpol PP kota Salatiga.
( Yd / IPN ).







