Rumah Reyot Berdinding Bambu Milik Warningsih Segera Disulap Jadi Hunian Layak

BREBES (iPOLICENews) – Air mata haru tak bisa disembunyikan dari wajah Warningsih (45), seorang janda warga Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Selama puluhan tahun, ia bersama putrinya, Anggun yang baru berusia 6 tahun, tinggal di rumah tua peninggalan orang tuanya yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Dinding rumah itu masih terbuat dari geribig atau anyaman bambu yang mulai rapuh dimakan usia. Tak ada WC layak di rumah tersebut, hanya kamar mandi usang yang sederhana. Di rumah itulah Warningsih bertahan hidup sambil berjualan jajanan anak-anak demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sejak kecil, Warningsih hidup di rumah tersebut bersama kedua orang tuanya. Kini usia rumah itu diperkirakan sudah lebih dari 50 tahun. Meski sederhana, rumah itu menjadi saksi perjalanan hidupnya hingga membesarkan anak seorang diri.

Namun, harapan baru akhirnya datang. Rumah reyot yang selama ini ditempatinya akan segera dibedah dan dibangun menjadi rumah layak huni melalui program bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Warningsih tampak sumringah saat mendengar kabar rumahnya akan diperbaiki. Dengan suara bergetar ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta pemerintah yang telah peduli kepada rakyat kecil seperti dirinya.

“Alhamdulillah senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan semua yang sudah membantu rumah saya,” ucapnya haru.

Program bedah rumah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PKP RI, Muarar Sirait saat kunjungan kerja di Brebes, Sabtu (9/5/2026). Menteri yang akrab disapa Ara itu datang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.

Kegiatan dipusatkan di Desa Kaliwlingi dan diikuti melalui Zoom Meeting oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Turut hadir jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Brebes.

Menteri Ara mengatakan, pada tahun 2025 terdapat 20 unit rumah di Brebes yang dibedah pemerintah. Sementara pada tahun 2026 jumlahnya akan meningkat menjadi 600 unit rumah. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah ditargetkan sedikitnya 30 ribu rumah mendapatkan perbaikan.

“Saat ini ada 10 unit rumah yang sedang dilakukan perbaikan di wilayah Brebes. Untuk pengadaan bahan bangunan dilakukan melalui lelang terbuka kepada toko bangunan,” jelasnya.

Menurut Menteri Ara, program pembangunan rumah harus memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni membantu rakyat mendapatkan rumah layak, menghadirkan manfaat bagi penerima bantuan, sekaligus menggerakkan iklim dunia usaha lokal seperti toko bangunan dan pekerja konstruksi.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengaku ikut bahagia melihat warganya mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat.

“Program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil,” tuturnya.

Kini, Warningsih tak lagi hanya memandangi dinding bambu yang lapuk. Ia mulai membayangkan rumah yang aman dan nyaman untuk dirinya dan sang buah hati. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani bertahun-tahun, bantuan itu menjadi hadiah paling berharga yang menghidupkan kembali harapan seorang ibu sederhana di Brebes.( ALEX/IPN )

Halaman ini telah dilihat: 8 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *