Eks Stasiun Kudus Direvitalisasi, Hadirkan Pusat Lifestyle dan Layanan Shuttle Kereta ke Semarang

KUDUS (iPOLICENews) – Kawasan eks Stasiun Kereta Api (KAI) di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, kini tengah menjalani proses revitalisasi menjadi kawasan multifungsi modern. Selain mempertahankan nilai sejarah bangunan peninggalan era kolonial Belanda, lokasi tersebut juga akan dikembangkan menjadi pusat lifestyle, olahraga, hiburan, hingga layanan transportasi terpadu menuju Semarang.

Proyek revitalisasi ini dikelola oleh PT Wisan Trijaya dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada awal tahun 2027. Konsep pengembangan mengedepankan perpaduan antara pelestarian bangunan bersejarah dengan kebutuhan masyarakat modern.

General Manager PT Wisan Trijaya, Sandung Hidayat, mengungkapkan bahwa salah satu fasilitas utama yang akan dihadirkan ialah layanan penjualan tiket resmi PT KAI untuk masyarakat wilayah Eks Karesidenan Pati, meliputi Kudus, Jepara, Pati, Rembang, hingga Blora.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat yang ingin menggunakan transportasi kereta api tanpa harus datang langsung ke Stasiun Tawang atau Poncol di Semarang.

“Warga Kudus dan sekitarnya nantinya bisa membeli tiket kereta langsung di sini. Jadi lebih mudah dan efisien tanpa harus ke Semarang hanya untuk pemesanan tiket,” ujar Sandung, Jumat (15/5/2026).

Tidak hanya itu, pihak pengelola juga bekerja sama dengan PT KAI untuk menghadirkan armada shuttle menuju Stasiun Tawang dan Poncol Semarang. Layanan ini nantinya akan mengantarkan calon penumpang dari eks Stasiun Kudus menuju stasiun keberangkatan kereta di Semarang.

“Cukup datang ke Stasiun Wergu, beli tiket, lalu penumpang akan diantar menggunakan shuttle menuju stasiun keberangkatan di Semarang,” jelasnya.

Selain layanan transportasi, kawasan revitalisasi ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang gaya hidup modern seperti lapangan padel, arena biliar, pusat kebugaran (gym), plaza, mini market, pusat souvenir, serta sentra UMKM lokal.

Pembukaan fasilitas dilakukan secara bertahap, dengan arena biliar direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2026 mendatang.

Meski mengalami banyak pengembangan, pihak pengelola memastikan bangunan utama eks stasiun tetap mempertahankan bentuk dan warna aslinya sebagai bagian dari konservasi bangunan bersejarah di Kabupaten Kudus.

“Kami tetap menjaga tata bangunan dan warna asli stasiun karena ini merupakan bangunan bersejarah yang harus dilestarikan,” pungkas Sandung.

( Yanto/ IPN )

Halaman ini telah dilihat: 13 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *