SLAWI ( iPOLICENEWS) – Identitas korban mutilasi di Ungaran, Kabupaten Semarang terungkap. Korban bernama Kholidatunn’imah, warga Desa Cibunar, RT 01/RW 02, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
Kholidatunn’imah korban mutilasi di Semarang ini seorang ibu rumah tangga. Dimana suami yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan.
Sedangkan pelaku mutilasi di ketahui adalah mantan pacar korban yang bernama Imam sobari, warga Desa Cibunar RT 02/RW 02 Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, dan alamat tersebut hanya berbeda RT dengan korban.
Penemuan potongan tubuh manusia berupa dua potongan tangan dan juga organ-organ tubuh lain yang berlokasi di semak-semak dekat jembatan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/7/2022) merupakan awal terungkapnya kasus mutilasi ini.
Menurut cerita Aswirto ayah korban (25/7), anaknya itu bekerja di salah satu perusahaan di daerah Ungaran.
Selanjutnya Aswirto mengatakan pelaku sampai tega melakukan perbuatan keji kepada anaknya diduga karena didasari perasaan dendam.
Padahal Aswirto dan keluarga selalu bersikap baik jika pelaku datang ke rumah layaknya memperlakukan tamu yang berkunjung.
Bahkan setelah pelaku keluar dari penjara pun, keluarga Aswirto masih bersikap baik kepada pelaku.
Sebelumnya di kisahkan bahwa Imam Sobari, pernah mendekam selama enam tahun penjara di Lapas Tegal dan baru keluar sekitar setahun yang lalu karena dulu saat korban masih SMA, pelaku pernah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan pada korban hingga akhirnya Aswirto memutuskan untuk melaporkan Imam Sobari ke pihak berwajib, dan sampai akhirnya mendapat hukuman penjara selama enam tahun.
Selanjutnya juga diceritakan, bahwa dulunya pelaku dengan korban memang sempat menjalin kasih (pacaran) tepatnya saat korban masih sekolah.
“Kemungkinan Imam Sobari ini menemui anak saya karena ingin mengajak bersama lagi. Tapikan saat ini anak saya sudah bersuami dan saat ini suaminya kerja pelayaran di Taiwan. Makannya saya bilang bahwa ini sepertinya jelas karena faktor dendam,” jelas Aswirto ayah korban.
Pihak keluarga pun sudah mengetahui pelaku sudah ditangkap oleh pihak berwajib dan saat ini sudah diamankan di Polres Ungaran.
Saat ditanya apakah jenazah sang anak sudah dibawa ke Tegal untuk dimakamkan atau belum. Aswirto menuturkan jenazah sang anak masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
“Kholidatun’imah itu adalah anak saya yang pertama dan dia punya satu orang adik. Kami sangat terpukul dengan kejadian keji yang menimpa anak saya ini, tidak menyangka Imam akan setega itu. Kami sangat berharap keadilan yang sebenar-benarnya, supaya pelaku bisa dihukum yang setimpal dengan perbuatannya,” harap Aswirto. (YD)







