MALANG (iPOLICENews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun skema optimalisasi operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari layanan wisata.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Baihaki mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Dinas Perhubungan setempat untuk mematangkan pembentukan peraturan wali kota tentang pemanfaatan angkutan tersebut untuk menunjang sektor pariwisata, Regulasi teknis berupa peraturan wali kota untuk becak listrik masih dipersiapkan dan pembahasannya melibatkan pihak-pihak terkait,” kata Baihaki Minggu (26/04/2026)
Bantuan becak listrik untuk Kota Malang diperuntukkan bagi 200 pengayuh becak berusia lansia. Serah terima angkutan kepada penerima manfaat dilakukan, pada 20 Januari 2026 di balai kota setempat.
Beberapa poin yang sedang dibahas, yakni menyangkut detail rute, titik pemberhentian, dan konsep layanan becak listrik berbasis aplikasi digital seusai arahan dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Baihaki optimistis dengan penataan operasional becak listrik akan meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan kemudahan kepada wisatawan untuk melakukan perjalanan ke setiap destinasi pariwisata di Kota Malang.
Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, target kunjungan wisata pada tahun 2026 telah ditetapkan sebesar 3,4 juta wisatawan.
Berdasarkan laporan kuartal I 2026 angka kunjungan wisata ke kota itu mencapai 796.688 wisatawan, terdiri dari 787.047 wisatawan nusantara dan 9.841 wisatawan mancanegara.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan sudah mendapatkan pelimpahan kewenangan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyiapkan rute becak listrik.
Pihaknya dalam waktu dekat akan membahas hal tersebut dengan paguyuban becak listrik. Kalau sementara ini hanya kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Jalan Ijen yang tidak boleh dilalui becak tanpa mesin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyatakan akan mempersiapkan tempat pemberhentian atau pool khusus becak listrik di setiap hotel yang dekat dengan tempat pariwisata.
Jumlah becak listrik yang dinilainya paling relevan untuk ditempatkan di hotel minimal dua sampai tiga unit. Kemudian, dilengkapi koordinator angkutan dari Pemkot Malang. Dia berharap penyusunan regulasi bisa secepatnya tuntas sehingga becak listrik bisa segera beroperasi untuk melayani wisatawan.
Tamu hotel banyak yang menanyakan soal ini, mereka merasa kalau jalan-jalan ke Kota Malang naik becak lebih berkesan. Kalau dulu itu ada becak kayuh yang melayani tamu-tamu kami,” pungkasnya.[Hanna]



