Bupati Kebumen Cek Kondisi Jembatan Sendangdalem di Kutowinangun dan Ambal

KEBUMEN (iPOLICENews) – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani meninjau kondisi Jembatan Pengilon Sendangdalem di ruas jalan Sawangan-Padureso,
yang menghubungkan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo pada hari Kamis (30/4)

Hal ini menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, menyusul adanya kerusakan pada bagian sandaran (railing) akibat insiden kecelakaan truk beberapa waktu lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Asisten Perekonomian Sri Kuntarti, Kepala DPUPR Joni Hernawan, Kepala Bapperida Bahrun Munawir, dan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Alfia Diananita Zulfa.

Proyek Jembatan Sendangdalem yang didanai Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp125,1 juta ini meliputi perbaikan struktur, penggantian sandaran pipa railing, pembuatan parapet baru, hingga pengupasan dan pelapisan ulang aspal.

“Jembatan ini adalah akses penting menuju Wonosobo. Kami segera tangani kerusakannya, terutama bagian sandaran yang hancur karena ditabrak truk, agar masyarakat kembali merasa aman saat melintas,” ujar Bupati Lilis Nuryani di lokasi jembatan.

Selain jembatan, rombongan juga meninjau pembangunan Jalan Pemuda di Kecamatan Kutowinangun. Proyek senilai Rp1,85 miliar tersebut kini mencapai progres 32,43%. Penanganan difokuskan pada betonisasi dan pengaspalan sepanjang 420 meter, termasuk pembangunan sistem drainase untuk mengatasi masalah banjir tahunan di wilayah tersebut. Proyek ini ditargetkan rampung pada 6 Juli 2026 mendatang

Titik terakhir monitoring adalah ruas Jalan Lajerkidul – Sinungrejo (Jalan Singosari) di Kecamatan Ambal yang dibangu dengan anggaran Rp2,11 miliar, progres pekerjaan fisik berupa betonisasi sepanjang 840 meter telah mencapai 28,95%. Pekerjaan yang dimulai sejak akhir Maret ini dijadwalkan selesai pada 27 Juli 2026.

Sementara itu Kepala DPUPR Kebumen, Joni Hernawan, mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya untuk merespons keluhan warga. Terkait kerusakan di ruas Sawangan-Sendangdalem, pihaknya berencana mengajukan perbaikan melalui Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2027.

“Kami memohon masyarakat bersabar karena kerusakan jalan tersebar di banyak titik sementara anggaran terbatas. Untuk jembatan lain yang sering ditanyakan netizen, seperti Jembatan Cacaban, Plarangan, dan Sirnoboyo, akan ditangani secara khusus oleh BNPB karena termasuk dampak bencana,” jelas Joni.

Adapun mengenai ruas jalan lain seperti Muktisari-Bocor dan Kejayan-Bocor yang telah dipantau sebelumnya, Joni memastikan penanganan tetap berjalan dan saat ini sedang menunggu ketersediaan produksi aspal untuk tahap penyelesaian.

(Tim/IPN)

Halaman ini telah dilihat: 9 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *