Kronologi KA Argo Bromo Tabrak Avanza hingga 4 Orang Tewas

GROBOGAN (iPOLICENews) — PT Kereta Api Indonesia (KAI) membeberkan kronologi kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan mobil Toyota Avanza pada Jumat (1/5) dini hari dan menewaskan empat orang. Manager Humas KAI Daerah Operasi (DAOP) 4 Semarang Luqman Arif mengungkap kronologi itu dalam rilis resmi tak lama setelah kejadian itu.

“Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 di jalur hulu antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB,” kata Luqman.

Akibat temperan itu, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk dilakukan pemeriksaan kondisi sarana.

Setelah diperiksa dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pukul 02.56 WIB.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ujar Luqman.

Lebih lanjut, Luqman mengimbau masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan,” ungkap Luqman.

Kronologi versi polisi
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan Iptu Eko Ari Kisworo turut membeberkan rincian kecelakaan tersebut.

“Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang sembilan orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang,” kata Eko.

Penumpang yang berada di mobil itu merupakan rombongan pengantar calon jemaah haji. Mereka berangkat menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk melepas kerabatnya.

Namun, saat tiba di perlintasan swadaya, mesin mobil mati. Pada saat yang bersamaan, kata Eko, KA Argo Bromo Anggrek hendak melintas dari arah barat menuju timur.

Eko lalu menyebut kecelakaan itu tak bisa dihindari, sebab jarak KA yang sudah terlalu dekat. Avanza tersebut kemudian terpental sekitar 20 meter hingga ke sawah di pinggir rel.

“Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang,” ungkap Eko.

Empat dari sembilan penumpang meninggal dunia termasuk balita dan yang lainnya mengalami luka-luka. Mereka yang meninggal adalah SB (2 tahun), ND (10 tahun), Mukamat Sakroni (51 tahun), dan Dalni (51 tahun).

(Kus- IPN/cnn)

Halaman ini telah dilihat: 7 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *