SEMARANG (iPOLICENews) – Seorang pria berinisial S berumur 32 tahun tega membakar keponakannya berinisial T yang berumur 15 tahun di depan rumah korban di Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara pada Sabtu 18 April 2026 yang lalu.
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, menerangkan bahwa korban sempat dirawat di RSUD Wongsonegoro dimana T mengalami luka bakar di bagian tangan hingga punggung dengan kondisi sekitar 30 persen.
“Kami sudah tengok korban di Wongsonegoro. Memang ada luka di punggung, tangan. Jadi kita pun nggak bisa lama-lama di situ, khawatir karena banyak luka terbuka. Seingat saya kemarin diinfokan luka bakar 30 persen,” kata Sriniti (11/5/2026).
“Ada luka terbuka dan sempat juga ada salah penanganan awal sih. Jadi agak dalem itu di bagian siku kemarin itu kita tengok,” ungkap Sriniti.
“Sekarang korban sudah dalam rawat pemulihan, sudah pulih, sudah kita bisa mintain keterangan,” lanjutnya.
Adapun T kini telah tinggal bersama orang tuanya dan kembali masuk sekolah. Polisi tengah memburu terduga pelaku ( S ) yang kabur usai kejadian tersebut.
“Anak sekarang ikut ayah dan ibunya, dan sudah bisa untuk sekolah. Anggota saya sudah nyari-nyari, pelakunya kabur,” jelasnya.
Kasus tersebut ditangani Polsek Semarang Utara pada tanggal 4 Mei 2026, kemudian kasus tersebut dilimpahkan ke Polrestabes Semarang.
“Pelimpahan kami terima tanggal 4 Mei,” ungkap Sriniti.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (18/4) di depan rumah korban dan polisi mendapat laporan pada Senin (20/4). Peristiwa berawal saat S menyuruh T mandi, namun T menolak.
“Korban duduk di depan rumah. Kemudian oleh pamannya disuruh mandi, tapi korban tidak mau,” jelas Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso (21/4).
Selanjutnya paman korban masuk ke rumah korban untuk mengambil botol berukuran selitar setengah liter yang diduga berisi bensin.
“Kemudian paman korban ini masuk ngambil cairan dalam botol plastik botol dalam botol ukuran 500 mili yang diduga bensin,” terang Heri.
Pelaku kemudian menghampiri keponakannya yang berada di depan rumah dan menyiramkan cairan itu. Lalu, terduga pelaku menyalakan korek api hinga korban terbakar.
“Kemudian (cairan diduga bensin) disiramkan ke korban di depan rumahnya. Kemudian disulut pakai korek api,” kata Heri.
Korban pun berteriak- teriak minta tolong hingga para warga sekitar datang untuk memadamkan api tersebut.
“Kemudian korban minta tolong, teriak-teriak minta tolong. Kemudian sama tetangga dibantu untuk memadamkan api. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Wilasa” jelas Heri.
Korban mengalami luka bakar di punggung dan lengan kanan, namun luka bakar yang dialami korban tergolong tidak begitu serius.
“Kondisi korban sampai saat ini sehat, luka bakarnya itu dari punggung sampai ke lengan nggak begitu parah,” jelas Heri
.
(Tim / IPN )







