SRAGEN ( iPOLICENews) – Pemerintah Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah terus menyempurnakan kondisi infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi daerah.
Pembangunan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap dan merata di seluruh wilayah Sragen sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan juga oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, dimana pihaknya akan memprioritaskan percepatan pemulihan ekonomi lokal, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui penguatan program pelatihan kerja serta pengembangan wirausaha muda. Kemudian inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menerapkan cara kerja yang lebih efektif dan efisien.
“3 program prioritas juga telah kami susun tahun 2026 ini, ditekankan pada pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan beautifikasi wilayah. Kami harap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemkab Sragen untuk dapat melaksanakan seluruh program dengan sebaik-baiknya. Program sangat penting jadi tidak sekadar menjadi rutinitas namun mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dapat menyelesaikan permasalahan riil di lapangan.” ungkapnya.
Seperti hal nya rekontruksi jalan utama di Desa Kalikobok dan Desa Bonagung Kecamatan Tanon yang telah selesa dikerjakani beberapa bulan lalu. Pembangunan jalan ibertujuan untuk memastikan konektivitas antar wilayah agar berjalan optimal serta mendongkrak perekonomian.
Soal peningkatan jalan tersebut bukan hanya sebatas memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi upaya nyata Pemkab Sragen dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan barat yang tengah berkembang pesat. Ruas jalan itu juga menghubungkan banyak kawasan permukiman dan aktivitas industri lokal.
Tak lepas dari itu, hal inipun mengingatkan pada moment Sarling Bupati dan Wakil Bupati Sragen tahun 2025 kemarin, yang bertempat dilokasi Dukuh Sendangwuni RT 15 Desa Bonagung. Komitmen yang disampaikan pada acara tersebut kini telah dibukti nyatakan soal memperjuangkan jalan utama Tanon-Kalikobok-Bonagung yang selama 25 tahun itu rusak parah, meskipun 50 % namun hal itu fakta terwujud meskipun didorong oleh DPR RI Sriyanto beserta elemen-elemen lainnya yang membantu.
Tak cukup disitu, pihak Bupati dan wakilnya berkomitmen memperkuat infrastruktur, di Desa Bonagung. Hingga pada akhirnya rekontruksi pengerjaan infrastruktur anggaran dari Kabupaten Sragen turun, dan telah selesai pengerjaannya, meliputi yang meliputi Dukuh Candi RT 5, 6, 8 pengerjaan hotmik atau pengaspalan, kemudian Dukuh Sendangwuni RT 13, 14, 15 pengerjaan cor blok jalan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sragen Suroto saat berbincang dengan awak media ditempat kediamannya Mijahan beberapa waktu lalu juga menguraikan pihaknya telah menepati berbagai komitmennya selama ini. Selain itu, pogram berikutnya juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik, terutama Infrastruktur untuk Ekonomi.
“Selain infrastruktur, pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama kami. Salah satunya contoh pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mondokan. Dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, hanya enam yang mendapat pembangunan Sekolah Rakyat, dan Sragen menjadi salah satunya. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, gratis sepenuhnya, dengan sistem berasrama dari jenjang SD hingga SMA,” terangnya.
Lanjut dia, sekolah tersebut ditargetkan selesai pada bulan Juli 2026 mendatang dengan daya tampung sekitar 1.000 siswa. Jika ada warga yang memenuhi kriteria, diharapkan berkoordinasi dengan kepala desa agar bisa difasilitasi.
“Selama ini pihak kami juga telah meresmikan beberapa titik ruas jalan kabupaten yang dibangun untuk memastikan pelayanan publik terkait infrastruktur berjalan dengan baik, aktivitas ekonomi menggeliat, dan ada keamanan dari jalan yang dibangun itu. Terkait membantu di Desa Bonagung juga komitmen kami. Saya berpesan agar infrastruktur yang dibangun ini dipelihara dengan baik oleh masyarakat.” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, 3 tokoh warga Dukuh Sendangwuni Bonagung yang kebetulan usai bersilaturahmi ditempat kediaman Wabup Suroto berinisial Aji, Dedi, Suwahyo saat dikonfirmasi juga mengatakan kedatangannya sebagai wujud handarbeni dan sukacita atas perhatian khusus didesa wilayahnya.
Dengan adanya pembangunan, mereka optimistis roda ekonomi warga akan semakin lancar. Mereka mengucapkan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Sragen, terbaru melalui program BKK Kabupaten dapat memberikan dampak besar bagi desa mereka.
“Infrastruktur bukan hanya untuk warga Bonagung saja, tapi juga menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Desa Tanon, Kalikobok dan Gading hingga warga kecamatan tetangga. Jalan didaerah kami kini membuka banyak akses baru,” ungkap Suwahyo, Aji dan Dedi bersamaan.
Terima kasih juga mereka sampakan berbagai rekrontuksi hotmic dan cor blok dibeberapa dukuh mereka, sehingga benar-benar sangat bermanfaat bagi segenap masyarakat sehingga menikmati jalan yang lebih baik, nyaman, dan aman untuk menunjang aktivitas.
“Kami selaku masyarakat akan ikut serta mengawasi jalannya pembangunan dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ini jalan kita bersama. Mari dijaga agar penggunaannya bisa bertahan lama. Dengan saling mengawasi dan merawat, manfaatnya akan dirasakan generasi berikutnya,” tandas Suwahyo.
Dedi, salah satu warga setempat Desa Sendangwuni RT 16, usai bertemunya dengan Wabup Suroto tampak tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya dengan perbaikan jalan berupa jalan beton didaerahnya tersebut.
“Kami sangat senang dan terima kasih dengan adanya pembangunan jalan ini, karena jalan yang dulu sudah rusak sekarang dicor, bahkan kini merambah kedukuh-dukuh. Warga menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Perbaikan jalan itu telah lama dinantikan masyarakat. Ini seperti mimpi. Dulu orang naik sepeda saja susah lewat sini, sekarang jalannya sudah mulus seperti jalan nasional. Ini mimpi panjang bagi warga di wilayah ini, kini Desa Bonagung Makin Menyala.” terangnya.
( Hotman / IPN )







