Polres Karanganyar Gandeng Senopati Academy Latih 140 Pelajar SMA Negeri 2 Karanganyar Bijak Gunakan AI

KARANGANYAR (iPOLICENews) – Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong dunia pendidikan untuk membekali pelajar dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak. Hal tersebut diwujudkan Polres Karanganyar bersama Senopati Academy melalui pelatihan AI bagi 140 pelajar SMA Negeri 2 Karanganyar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti 140 siswa yang terbagi dalam empat kelas. Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan juga memperoleh sertifikat dari Senopati Academy.

Kasubbagkerma Bag Ops Polres Karanganyar AKP Anggoro Wahyu Setia Budhi, S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama 30 trainer Artificial Intelligence serta dua personel Humas Polres Karanganyar.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi AI, tetapi juga menekankan pentingnya aspek keamanan, etika, produktivitas, serta tanggung jawab. Para pelajar diajak memahami perkembangan AI sekaligus mencoba langsung penggunaannya melalui sesi praktik dan diskusi.

Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi saat di hubungi mengatakan, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan pemahaman generasi muda agar AI tidak digunakan secara sembarangan.

“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Teknologi ini memiliki banyak manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ujar Mulyadi, Kamis (13/8/26).

Menurutnya, literasi AI penting dikenalkan sejak lingkungan sekolah. Selain memahami manfaatnya, pelajar perlu mengetahui risiko yang dapat muncul, termasuk penyebaran informasi keliru, penyalahgunaan teknologi, hingga penggunaan AI yang justru menghambat proses belajar.

“Kemampuan menggunakan AI perlu dibarengi dengan sikap kritis dan etika. Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita mengabaikan proses belajar, menyebarkan informasi yang belum tentu benar, atau menggunakan teknologi untuk hal-hal yang merugikan orang lain,” katanya.

Antusiasme para siswa terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka aktif mengikuti diskusi dan praktik serta mengeksplorasi berbagai kemungkinan penggunaan AI untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Pelatihan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah pada Maret 2026 telah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta kecerdasan artifisial di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pedoman tersebut ditujukan agar pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan memberikan manfaat sekaligus melindungi peserta didik dari berbagai risiko di ruang digital.

Upaya peningkatan literasi AI di kalangan pelajar juga semakin diperkuat melalui kolaborasi Kemendikdasmen dan Polri. Pada Juli 2026, kedua institusi menyiapkan program pelatihan bagi trainer yang nantinya memberikan edukasi AI kepada siswa SMA, SMK, dan sederajat dengan pendekatan preventif. Langkah tersebut diarahkan untuk membekali generasi muda menghadapi risiko seperti deepfake, disinformasi, kejahatan siber, pelanggaran privasi, serta berbagai bentuk penyalahgunaan AI.

Komitmen tersebut bahkan mendapat penekanan dalam forum pendidikan ASEAN. Pada akhir Juli 2026, Indonesia mendorong penguatan pemanfaatan AI yang beretika di lingkungan pendidikan dan menegaskan pentingnya mengiringi transformasi digital dengan penguatan etika dalam pembelajaran.

Bagi Polres Karanganyar, kegiatan bersama Senopati Academy tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang edukasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan lembaga pelatihan diharapkan mampu membentuk pelajar yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keamanan dan etika digital.

“Harapannya, AI bisa menjadi alat untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Yang paling penting adalah tetap mengedepankan keamanan, etika, dan tanggung jawab dalam setiap penggunaannya,” tutur Mulyadi.

Kegiatan pelatihan Artificial Intelligence di SMA Negeri 2 Karanganyar berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Sebanyak 140 pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara positif, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi generasi yang semakin siap menghadapi era digital. (Joko S/IPN)

Halaman ini telah dilihat: 8 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *