OLAHRAGA (iPOLICENews) – Surabaya Samator sukses mengunci posisi ketiga Proliga 2026 setelah unggul 2-1 secara agregat atas Garuda Jaya. Pada laga penentu yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, hari Kamis (23/4) malam, Hadi Suharto cs berhasil menundukkan Garuda Jaya 3-0 (25-19, 25-17, dan 25-20).
Sebelumnya, Samator sempat menelan kekalahan di laga kedua yang membuat agregat berimbang 1-1 dan duel berlanjut hingga laga ketiga. Kemenangan di laga pertama (21/4) dan laga ketiga memastikan tim asuhan Rodolfo Sanchez meraih juara ketiga di turnamen bola voli profesional Indonesia musim ini.
Jalannya Pertandingan
Set pertama dibuka dengan keunggulan Garuda Jaya 4-0. Samator kembali terlambat panas dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga coach Rodolfo mengambil time out. Namun time out tidak mampu menghentikan ketajaman Garuda sehingga mereka terus memperlebar keunggulan 8-3.
Memasuki pertengahan set, Samator mulai menunjukkan peningkatan performa. Lewat blok yang super rapat serta serangan yang langsung menghasilkan poin, Samator mampu mengikis jarak ketertinggalan angka. Akhirnya Samator bisa berbalik unggul di angka 16-13. Keunggulan ini berhasil mereka pertahankan hingga akhir set dan akhirnya menutup set dengan kemenangan 25-19.
Samator menunjukkan permainan yang semakin stabil di set kedua. Meski banyak melakukan kesalahan serve, mereka mampu terus unggul hingga pertengahan set dengan skor 16-9.Â
Sementara bagi Garuda Jaya, masalah mereka terus bertambah. Blok rapat yang sempat menjadi senjata mereka di laga kedua tidak terlihat. Tak hanya itu, penampilan kedua setter yang kurang konsisten, Movsar Bataev dan Galang, membuat serangan para hitter Garuda mampu dibaca dan dibendung Samator.
Samator kembali memenangkan set kedua dengan skor 25-17.
Unggul 2-0 secara skor set, kepercayaan diri Samator terus meningkat. Hal ini tampak dari blok mereka yang semakin menjadi-jadi, membuat perolehan skor Samator unggul 8-5. Namun para pemain muda Garuda enggan menyerah. Perlahan tapi pasti, mereka memangkas jarak poin dan akhirnya menyamakan kedudukan 11-11. Poin satu berbalas satupun terjadi.
Momentum kembali ke tangan Samator menjelang akhir set ketiga, mereka unggul 18-17. Akhirnya Ageng Wardoyo menjadi pemain yang mempersembahkan poin kemenangan bagi Samator dengan skor 25-20.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pengalaman dan kematangan mental para pemain menjadi pembeda performa Surabaya Samator. Poin kunci lainnya adalah ditempatkannya Jordan Susanto ke posisi opposite, sehingga ia tidak dibebani oleh tugas menerima bola dan menjadi lebih enjoy dalam melakukan serangan. Samator juga mencatatkan jumlah blok terbanyak yang dicetak oleh satu tim putra dalam satu pertandingan musim ini, yaitu 19 poin blok.
Sementara bagi Garuda Jaya, hasil ini membuat mereka harus puas duduk di peringkat keempat Proliga 2026.
(GAF/IPN)







