BREBES (iPOLICENews) – Bukan sekedar seremoni kelulusan, pelepasan 377 siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan Kabupaten Brebes, Senin (11/5/2026), berubah menjadi momen emosional yang sarat makna, pertemuan antara permohonan maaf, keikhlasan, dan harapan masa depan.
Di hadapan ratusan wali murid, Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan Brebes, Mardiyanto S.Ag MM, menyampaikan satu pesan yang menggetarkan, sekolah hanya tempat menitipkan dan hari ini amanah itu dikembalikan.
“Tiga tahun lalu bapak ibu menitipkan anaknya kepada kami. Hari ini, kami kembalikan amanah itu,” ujarnya.
Kalimat itu bukan formalitas. Ia diikuti dengan permohonan maaf terbuka dari pihak sekolah kepada orang tua dan siswa. Selama tiga tahun proses pendidikan, diakui banyak dinamika yang terjadi, dari teguran, hukuman, hingga pembinaan yang mungkin menyisakan rasa tidak nyaman.
“Jika ada perlakuan yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang setulus-tulusnya,” ucapnya, disambut suasana hening yang penuh perasaan.
Permohonan maaf itu juga ditujukan langsung kepada para siswa. Kepala sekolah, mewakili seluruh guru, meminta keikhlasan anak didik atas setiap proses keras yang mereka lalui selama belajar. Namun di balik itu, tersimpan pesan penting , semua yang terjadi adalah bagian dari proses membentuk karakter.
Dari hampir 400 siswa yang memulai perjalanan, hanya 377 yang bertahan hingga akhir. Mereka yang tersisa disebut sebagai pribadi-pribadi yang kuat dan mampu melewati proses.
“Mereka yang hari ini berdiri di sini adalah yang mampu bertahan,” tegasnya.
Sekolah pun memastikan, seluruh ilmu yang diberikan telah diikhlaskan oleh para guru. Harapannya sederhana, namun dalam: ilmu itu menjadi berkah dan bekal hidup.
Momentum pelepasan ini sekaligus menjadi titik awal. Para lulusan didorong untuk berani melangkah, baik bekerja, melanjutkan kuliah, maupun membangun usaha sendiri. Di akhir sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan tantangan sekaligus harapan yang membekas.
“Lima tahun ke depan, kami tunggu kalian kembali ke sini dengan membawa cerita kesuksesan,” katanya.
Di tengah suasana haru, tepuk tangan dan doa mengiringi langkah 377 siswa yang resmi menutup masa putih abu-abu mereka dan membuka babak baru kehidupan.
( ALEX/IPN ).







