BREBES (iPOLICENews) – Beberapa tayangan di media sosial menyudutkan pekerjaan Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3TGAI ) di Wilayah Kabupaten Brebes. Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, membantah.Sebab, secara teknis pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan bersifat swakelola. Hal ini disampaikan langsung Konsultan Manajemen Balai (KMB) BBWS Pemali-Juana Semarang Ir Totok Pudjo Buntoro pada Senin (27/7) siang.
“Terkait pengerjaan proyek P3TGAI, BBWS Pemali-Juana hanya memberi bimbingan teknis dan administrasi sesuai dengan Petunjuk Teknis. Sedangkan, teknis pelaksanaan proyek digarap langsung P3A selaku penerima manfaat dengan sistem swakelola,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurut Totok,soal mekanisme pelaksanaan dan pengawasan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus P3A sebagai pihak penerima manfaat,” kegiatan P3TGAI sepenuhmya menjadi tanggung jawab P3A. Termasuk, spesifikasi penggunaan material dalam pengerjaan proyek irigasi tersier tersebut.” Ujarnya.
Berdasarkan pantauan lapangan, pengerjaan Proyek P3TGAI masih berlangsung di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Brebes masih dalam proses pelaksanaan.
Dalam teknisnya, pengerjaan proyek yang bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Pemali Juana.
Terpisah,Ketua P3A Gabungan Congkar Subur Daerah Irigasi Congkar Bumiayu Kabupaten Brebes Alex M T. mengungkapkan, sejak awal informasi P3A Kabupaten Brebes khususnya di wilayah Brebes Selatan, beberapa P3A mendapat alokasi bantuan anggaran untuk pengerjaan P3TGAI.” Semua P3A yang mendapat pekerjaan ada Tenaga Pendamping Masyarakat ( TPM ) yang bertugas sebagai fasilitator lapangan yang mendampingi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)” Ujarnya.
Mengingat Peran utama TPM meliputi melaksanakan pendampingan tehnis , membantu pengukuran, perencanaan gambar, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).” Hal ini TPM menjadi penghubung antara masyarakat petani dan pihak balai/pemerintah agar pembangunan saluran irigasi tersier berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.” Ungkap Alex yang sejak Tahun 2001 menjadi ketua P3A Gabungan Congkar Subur.
” Apabila P3A dalam melakukan pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi tentunya TPM akan menegur dan untuk memperbaiki kekurangnya.” Katanya.
Ditambahkan Alex MT.pihaknya sudah mengingatkan Kepada TPM di Wilayah Brebes Selatan ketika bertemu di UPT PU Pengairan Wilayah Bumiayu belum lama ini, bahwa peran TPM dalam pekerjaan yang dilaksanakan oleh P3A sangat vital,harus berhati hati dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi, pengadaan material harus sesuai mutu dan kualitas berdasarkan arahan dari BBWS Pemali-Juana.Adanya pemberitaan di media sosial kami mengucapkan terima kasih atas koreksinya.
” Adanya berita tayang di media sosial, kami atas nama P3A Gabungan Congkar Subur D.I Congkar mengucapkan terima kasih atas koreksinya dan kami mengecek beberapa lokasi,pekerjaan P3A sesuai harapan.” Tandasnya. ( ALEX/IPN ).
. ()







