10 Gempa Terdasyat di Dunia, 2 Kali di Indonesia

PERISTIWA (iPOLICENews) – Gempa Bumi kembali menerjang wilayah Indonesia tercatat selama satu minggu ini terjadi beberapa gempa. Pada Jumat (14/01/22) Gempa melanda wilayah Banten dengan kekuatan magnitudo 6,6.  Gempa tersebut juga dirasakan di seluruh wilayah Jabotabek. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua kali gempa tersebut terjadi di wilayah Sumur, Provinsi Banten.

Lalu gempa dengan kukuatan kecil juga dialami di berbagai wilayah di indonesia, diantarannya, Salatiga dengan kekuatan magnitudo 2,2 dengan kedalaman 17 kilometer. Pusat lindu berada di darat 16 kilometer barat laut Kota Salatiga.  Gempa juga terjadi di wilayah Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Pusat gempa berada di laut 10 kilometer tenggara Elpaputih, Maluku Tengah. Lindu ini bermagnitudo 2,9 dengan kedalaman 10 kilometer.

Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Gempa ini bermagnitudo 5,1 dengan kedalaman 149 kilometer. Pusat lindu berada 108 kilometer timur laut Maluku Barat Daya. Pada hari ini, Senin (17/01/22) terjadi Gempa di wilayah Banten, sekitar pukul 07.30 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa yang baru saja terjadi berkekuatan magnitudo 5,4. Pusat gempa berada pada 84 kilometer barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer. Meskipun BMLG menyatakan Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, mereka tetap meminta masyarakat berhati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

Baca Juga : Hari Ini Kemenag RI Lahir, Penemuan Sedotan dan Margarin di Patenkan

Dengan fenomena gempa yang sedang melanda Indonesia, berikut kami rangkum sepuluh gempa terdasat yang terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Gempa dan Tsunami di Aceh pada 2004 silam.

  1. Valdivia, Chile, 22 Mei 1960 (9,5 magnitudo)
    Gempa bumi ini menewaskan 1.655 orang, dengan 3.000 lainnya luka-luka dan 2 juta orang mengungsi. Kerugian mencapai 550 juta dollar AS, sedangkan tsunami yang ditimbulkannya menyebabkan berdampak sampai Hawaii, Jepang, dan Filipina. Dua hari setelah gempa pertama, gunung api Puyehue di dekatnya meletus, memuntahkan abu vulkanik setinggi 6 km ke atmosfer selama beberapa minggu.
  2. Lepas pantai barat Sumatra, Indonesia (Aceh), 26 Desember 2004 (9,1 magnitudo)
    Total 227.900 korban tewas atau diperkirakan tewas, dengan 1,7 juta orang mengungsi di 14 negara Asia Selatan serta Afrika Timur. Pusat gempa berada 250 km di tenggara Banda Aceh, Indonesia, pada kedalaman 30 km.
  3. Prince William Sound, Alaska, 28 Maret 1964 (9,2 magnitudo)
    Tsunami-nya merenggut 128 nyawa dan sampai ke Hawaii, menyebabkan kerugian total hingga 311 juta dollar AS. Kerusakan paling parah terjadi di kota Anchorage, 120 km dari pusat gempa, Guncangannya dilaporkan berlangsung selama 3 menit.
  4. Sendai, Jepang, 11 Maret 2011 (9,0 magnitudo)
    Hingga kini belum ada angka pasti jumlah korban tewas di bencana yang terkenal dengan nama gempa Tohoku ini. Diperkirakan korban tewas mencapai lebih dari 10.000, akibat bencana gabungan dari gempa pertama, gempa-gempa susulan, dan tsunami. Dampak ekonomi juga sangat besar, karena gempa ini menghancurkan tiga reaktor nuklir yang diandalkan banyak industri sebagai pembangkit listrik.
  5. Kamchatka, Rusia, 4 November 1952 (9,0 magnitudo)
    Gempa bumi ini menimbulkan tsunami yang menyebabkan kerusakan luas sampai Kepulauan Hawaii. Kerusakan properti diperkirakan sekitar 1 juta dollar AS. Beberapa laporan mengeklaim gelombang tsunami setinggi lebih dari 9 meter di Kaena Point, Oahu. Tidak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini.
  6. Pantai Ekuador, 31 Januari 1906 (8,8 magnitudo)
    Gempa bumi ini menyebabkan tsunami yang dilaporkan menewaskan 500-1.500 orang di Ekuador dan Kolombia. Tsunami meluas sampai utara San Fransisco di pantai barat AS, serta ke barat di Hawaii dan Jepang.
  7. Kepulauan Rat, Alaska, 2 April 1965 (8,7 magnitudo)
    Kerusakan terparah akibat gempa ini disebabkan oleh tsunami, yang dilaporkan setinggi 10 meter di Pulau Shemya. Tsunami menyebabkan banjir di Pulau Amchitka, menyebabkan kerusakan properti senilai 10.000 dollar AS. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka.
  8. Gempa Sibolga, Sumatera Utara, 28 Maret 2005 (8,6 magnitudo)
    Bencana alam ini menewaskan 1.313 orang, dengan lebih dari 400 orang terluka. Tsunami terjadi sampai Sri Lanka. Pusat gempa berada di 205 km barat laut Sibloga, Sumatera Utara, dengan kedalaman 30 km. Area gempa ini termasuk tsunami Aceh 2004 mencatatkan 3 dari 15 gempa bumi terdahsyat di dunia.
  9. Kepulauan Andreanof, Alaska, 9 Maret 1957 (8,6 magnitudo)
    Gempa bumi dengan kekuatan 8,6 SR melanda Kepulauan Andreanof, Alaska, Amerika Utara pada tanggal 9 Maret 1957. Gempa yang sangat dahsyat tersebut terjadi di sepanjang Palung Aleut, batas lempeng konvergen yang memisahkan Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara di dekat Alaska. Akibatnya, dari gempa tersebut memunculkan tsunami yang cukup besar dengan efek yang terasa di Alaska dan Hawaii.
  10. Assam, Tibet, 15 Agustus 1950 (8,6 magnitudo)
    Gempa bumi di pedalaman ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan serta memicu tanah longsor. Setidaknya 780 orang tewas di Tibet timur, dengan banyak desa dan kota yang terdampak di Assam, China, Tibet, dan India. Osilasi permukaan danau terjadi sampai Norwegia. Jumlah korban tewas yang sebenarnya mungkin lebih tinggi, karena tidak ada laporan pasti atau perkiraan. Meski bencana ini dikenal dengan nama Gempa Assam, pusat gempa diyakini berada di Tibet.

Sumber : wikipedia

Halaman ini telah dilihat: 37 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *