Bambu Gila dari Kaki Gunung Merapi

SEMARANG (iPOLICENews) – Anda pernah mendengar bambu gila? Jika anda mendengar bambu gila, sekilas anda akan menghubungkannya dengan hal mistis.

Diketahui, bambu gila merupakan kesenian tradisi unik yang erat hubungannya dengan nuansa mistis. Permainan bambu gila sendiri mempunyai nama asli Baramasewe yang konon sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam dan Kristen di tanah Maluku.

Berdasarkan penelusuran, cara memainkan permainan bambu gila ini sangat sederhana. Para pemain hanya memeluk dan menahan laju bambu yang bergerak melonjak sesuai kemauan sang pawang.

Biasanya, sebelum permainan bambu gila dimulai, pawang akan membakar kemenyan yang dibawanya menggunakan wadah dari tempurung kelapa. Asap dari pembakaran menyan kemudian dimasukkan ke dalam bilah bambu.

Proses ini menjadi penting dalam permainan tradisional bambu gila, karena proses ini merupakan upaya untuk mengundang sesuatu yang gaib.

Saat pawang sudah berhasil memasukan sesuatu yang gaib ke dalam bilah bambu, maka bambu dengan sendirinya akan bergerak. Para pemain harus memeluk dan menahan laju bambu di bawah kuasa sang pawang.

Dalam masyarakat Maluku yang masih tradisional, aura mistis dalam permainan bambu gila akan terasa sangat kental. Pasalnya, orang-orang yang boleh memainkan bambu gila bukanlah orang sembarangan, melainkan mereka yang sudah terpilih.

Untuk menguak mitos permainan bambu gila, Komunitas Semarangker mencoba memainkan permainan tersebut.

Ketua Semarangker, Pamuji Yuono mengatakan, bambu yang digunakan untuk permainan bambu gila ini diambil dari kaki Gunung Merapi. Dimana di tempat tersebut terdapat hutan bambu yang terkenal angker. Bahkan masyarakat sekitar tidak ada yang berani memasuki hutan tersebut, apalagi mengambilnya.

Namun, Semarangker melanggar mitos tersebut dengan menebang bambu di hutan kaki Gunung Merapi demi membuktikan mitos dari bambu gila itu. Sebelum digunakan untuk bermain, bambu tersebut dibawa ke tukang ukir. Malah menurut si tukang ukir, bambu itu bergerak-gerak sendiri saat diukir.

Suatu malam, tim Semarangker mencoba memainkan permainan bambu gila dengan 6 orang pemain. Mereka terlihat bergerak mengikuti gerakan bambu. Para pemain tampak kelelahan, bahkan harus ada pergantian pemain karena merasakan beratnya bambu itu.

Menurut Pamuji, gaib itu memang ada, namun harus menyikapinya dengan smart n wise (cerdas dan bijak).

Namun, dalam permainan yang dilakukan Semarangker ini, pihaknya tanpa menggunakan atau mengundang pawang dan lainnya.

“Apapun agamamu, hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa kita percaya. Karena semua yang terjadi di alam ini adalah atas kuasaNya,” kata Pamuji, Kamis (20/1/2022). (Nn)

Halaman ini telah dilihat: 595 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *