JAKARTA (iPOLICENews) – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Dr. Petrus Reinhard Golose melakukan pertemuan bilateral secara virtual bersama Sutekno Ahmad Belon, Director-General National Anti-Drugs Agency (NADA) Malaysia, Rabu (9/2/2022).
Pertemuan bilateral yang digagas oleh NADA ini merupakan forum pertukaran informasi terkait program dan kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing negara dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Pada kesempatan tersebut, Director-General NADA Malaysia bersama jajaran menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Kepala BNN RI beserta para Deputi untuk menghadiri pertemuan bilateral ini, dan bertukar informasi atas keberhasilan dan efektivitas program yang telah dilakukan oleh Indonesia maupun Malaysia, dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masing-masing negara.
Petrus mengatakan, dalam pelaksanaan P4GN, BNN RI berkomitmen melakukan langkah-langkah holistik dan terintegrasi dengan menyeimbangkan tiga aspek, yaitu hard approach melalui upaya penegakan hukum, soft approach melalui upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi, serta smart approach melalui pemanfaatan teknologi informasi dan penelitian dengan pemanfaatan hardware dan software, serta penelitian komprehensif dalam upaya menghadapi tren terkini peredaran narkotika.
Petrus memaparkan program P4GN yang secara konkret telah dilakukan oleh BNN RI dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Salah satu yang menarik Director-General NADA Malaysia adalah program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Ia mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki program serupa, yaitu “Kawasan Berisiko Tinggi”.
Dari pemaparan terkait program Desa Bersinar yang disampaikan oleh Petrus secara komprehensif, membuat Mr. Sutekno Ahmad Belon tertarik untuk melihat lebih jauh secara langsung program unggulan BNN RI tersebut.
Ia berharap bisa segera berkunjung langsung ke Indonesia untuk melakukan studi banding, dan mengadaptasi program tersebut, untuk mengembangkan program Kawasan Berisiko Tinggi yang ada di Malaysia.
Selain Desa Bersinar, Petrus dan Director-General NADA Malaysia juga membahas terkait tanaman kratom dan program rehabilitasi bagi pecandu atau penyalahguna narkotika yang dilakukan oleh masing-masing negara.
Melalui pertemuan bilateral ini diharapkan kedua negara yang merupakan anggota ASEAN mampu mewujudkan kerja sama konkret dalam rangka penanganan supply_ dan demand narkoba sehingga bisa menekan jumlah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, untuk mewujudkan aspirasi ASEAN Bebas Narkoba. (Nn)







