SEMARANG (iPOLICENews) – Seorang istri anggota TNI, warga Jalan Cemara 3, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang menjadi korban penembakan. Saat ini korban masih sedang menjalani perawatan medis.
Penembakan disebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Korban ditembak di depan rumahnya usai menjemput anaknya dari sekolah. Namun, korban hanya mendapat luka tembak.
Saat itu korban, R (34) pulang menggunakan motor setelah menjemput putrinya yang duduk di kelas 2 SD. Ternyata korban sudah diikuti dua orang yang berboncengan motor sport.
“Korban langsung di bawa ke rumah situ, langsung bapaknya (suami korban) langsung membawa korban ke Rumah Sakit Hermina Banyumanik,” kata R (43) saksi mata di lokasi, Senin (18/7).
Habis jemput anaknya terus langsung diikuti dua orang itu, tapi saya kan nggak tahu persisnya, tiba-tiba ada letusan saya kaget, ujarnya.
Kedua orang tidak kenal pelaku penembakan istri TNI di Banyumanik, Semarang ternyata sudah membuntuti korbannya hingga sampai di tempat kejadian perkara (TKP).
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar kepada wartawan.
“Korban baru kembali menjemput anaknya yang sekolah. Pelaku sudah mengikutinya dari belakang,” kata Irwan di lokasi kejadian.
Korban ditembak dua kali di bagian perut ketika posisi anaknya masih membonceng di belakang. Satu peluru tembus dan satu lainnya masih bersarang di perut sebelah kiri. Pelaku tidak mengambil barang apapun dari korban. Mereka langsung kabur usai melakukan penembakan.
“Tidak ada barang yang diambil, hanya melakukan penembakan kemudian melarikan diri,” jelasnya.
Pantauan di lokasi pukul 14.30 WIB, terlihat pihak kepolisian dan TNI masih melakukan olah TKP. Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar membenarkan bila korban merupakan istri dari seorang anggota TNI.
“Iya (istri TNI). Pangkatnya Kopral. Ini kita sedang melakukan olah TKP,” pungkasnya. (PS)







