Ritual Adat Keboan, Bupati Ipuk : Semoga Desa Aliyan Tambah Makmur

BANYUWANGI (iPOLICENews) – Secara historis, upacara adat keboan Aliyan merupakan budaya asli yang lahir dan hidup di Bumi Blambangan sebagai upaya masyarakat dalam mengatasi wabah pagebluk/penyakit dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas berkah panen yang melimpah atas kesuburan lahan pertanian Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Prosesi upacara dilakukan dengan rangkaian selamatan, ider bumi (keliling Desa Aliyan) dengan tujuan mendapat berkah Dewi Kemakmuran (Dewi Sri) atas hasil panen pada tahun ini yang melimpah.
Dalam prosesi upacara adat keboan yang diselenggarakan pada Hari Minggu (31/7).

Bulan Muharram atau Tahun Baru Hijriah 1444 H (Bulan Sura) Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo, S.E selaku pemangku wilayah menyelenggarakan upacara adat keboan secara rutin setiap tahunya.
Turut hadir pula Bupati Ipuk Fiestiandani, forpimda Kabupaten Banyuwangi, Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan warga masyarakat Aliyan maupun warga masyarakat desa lainnya Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, kegiatan upacara adat keboan bermula dari bawah, kami selalu mendukung semua kegiatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

“Semoga Desa Aliyan tambah makmur, meningkat perekonomiannya, Banyuwangi tambah sejahtera,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Upacara adat keboan diakhiri dengan doa bersama oleh tokoh masyarakat Desa Aliyan. (SAN)

Halaman ini telah dilihat: 87 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *