BANYUWANGI (iPOLICENews) – Musim mudik dan balik lebaran berimbas signifikan pada jumlah warga yang memanfaatkan layanan transportasi umum, khususnya bus di Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan jumlah pengguna bus yang berangkat dari kabupaten the Sunrise of Java diprediksi mencapai 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Versi Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi, jumlah penumpang bus yang berangkat dari Banyuwangi pada musim mudik dan balik Lebaran 2022 ”hanya” 2.663 orang. Sedangkan pada tahun ini, tepatnya sejak H minus 7 Lebaran hingga kemarin (26/4) jumlah penumpang sudah mencapai 3.172 orang.
”Jumlah tersebut merupakan angka keseluruhan dari seluruh terminal yang melakukan pendataan penumpang, baik jarak jauh maupun antarkota,” ujar Kepala Dishub Banyuwangi Pudjo Hartanto melalui Kasi Angkutan Tanto.
Tanto menjelaskan, hampir seluruh moda transportasi umum mengalami peningkatan penumpang yang cukup signifikan.
”Data tersebut terlepas dari jumlah pemudik yang menggunakan angkutan gratis,” kata dia.
Tanto menyebut, jumlah penumpang tersebut merupakan penumpang yang berangkat dari Banyuwangi. Sedangkan jumlah penumpang yang turun di Banyuwangi juga mengalami peningkatan, meski tidak terlalu signifikan.
Tanto menuturkan, angka itu masih bisa terus bertambah hingga H plus 7 Lebaran. ”Jumlah pengguna transportasi darat tentunya masih akan mengalami peningkatan terus hingga puncak arus balik,” kata dia.
Tanto menambahkan, sejak libur Lebaran jumlah bus antarkota, antarprovinsi, dan jarak jauh yang diberangkatkan mencapai kurang lebih 438 unit.
”Untuk moda transportasi yang berangkat setiap harinya berubah-ubah, tidak selalu 50 kendaraan. Tergantung trayek yang diberangkatkan sebelumnya,” ujarnya. (Buasan/RB)







