BREBES (iPOLICENews) – Pasar pagi kuliner jembatan Baper Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Jateng setiap Minggu pagi banyak di kunjungi warga masyarakat untuk menikmati kuliner dan makanan khas pededsan .
Lokasi nya yang sederhana membuat pasar kuliner ini jangan dianggap remeh, Pasar ini letaknya dipinggir jalan jembatan Bantarwaru Pengarasan ( Baper) yang sering di sebut jembatan warna, setiap minggu pagi selalu ramai dikunjungi warga, bahkan pemutara uang mencapai Rp 50 juta.
Menurut Kepala desa Pengarasan Haji
Ahmad Niron kepada Police News Pasar kuliner Minggu pagi pedang mulai jualan sekitar pukul 05.30 sampai pukul 08.00 wib.lokasi pasar itu sengaja mendesain dengan nuansa alam tepian sungai Cigunung, Kali Pemali dan jembatan Warna serta persawahanyang terletak di jalan kabupaten.
” Lokasi pasar kuliner pagi Minggu Ini dapat menjadi alternatif untuk melepas penat setelah lari pagi menikmati udara segar pegunungan dan persawahan,” Tutur kepala Desa.
Lebih lanjut di jelaskan kades Ahmad Nirom, Pasar yang di buka hanya setiap Minggu pagi dikunjungi ribuan orang.
” Saat ini jumlah pedagang di Pasar kuliner Minggu pagi sebanyak 80 pedagang dengan pemutaran uang perminggu Rp50.000.000,” katanya.
” Berbagai menu makanan dan minuman disediakan di antaranya jendil, ayam bakar ,Sosis bakar, Nasi Jagung, Krawu Singkong, Blendung Jagung, ondol ondol. gorengan, aneka kue dan kopi tersaji di sana.” Ungka kades Ahmad Nirom.
Bagi pengunjung tidak perlu khawatir akan tempat parkir. Karena pengelola menyediakan tempat parkir motor dengan tarif Rp2.000 untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah di dukuh Ketos desa Pengarasan.
“Kami menggandeng persatuan pedagang Baper ( PPB ) untuk mengelola pasar ini. Alhamdulillah setiap minggunya sirkulasi uang bisa mencapai 80 juta,” ungkapnya.
Pedagang yang berjualan di Pasar kuliner Minggu pagi ini diprioritaskan warga yang ber KTP Desa Pengarasan dan Bantarwaru dan tidak menutup bagi pedagang dari luar desa.
Lida (35) salah satu pengunjung asal desa Pengarasan menuturkan dirinya gadang Sosis bakar sejak adanya jembatan Baper mengungkapkan, setiap hari Minggu dirinya bisa mendapatkan omzet satu juta rupiah.
“Alhamdulillah hasilnya lumayan mas. Dan setiap minggu dagangannya selalu habis,” ujarnya.
Ada berbagai usaha kecil yang ditampung. Selain kuliner ada juga souvernir yang dijual sejak 2015 berharap selain jualan mandiri secara langsung, pedagang juga bisa menjual secara online. ( Al/IPN ).







