BREBES (iPOLICENews) – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi lintas elemen masyarakat Kabupaten Brebes menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar di RM Kebon Lumpang Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Selasa ( 17/2/2026 )
Kegiatan tersebut dihadiri aktivis, LSM, pemerhati lingkungan, pemerhati sosial, wartawan, pengacara, pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda dari wilayah Brebes utara dan Brebes selatan.
Pertemuan yang berlangsung sederhana, namun sarat makna itu menjadi ruang diskusi terbuka berbagai isu strategis daerah, mulai dari penyelamatan lingkungan, pelayanan publik, hingga program pendidikan.
Azmi Abdul Majid yang mewakili wilayah Brebes utara menyampaikan apresiasi atas soliditas yang terbangun dalam pertemuan tersebut. Senada dengan itu, Slamet Riyadi, SH MH, yang mewakili wilayah selatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kebersamaan yang tercipta.
“Suasana yang sangat luar biasa ini tanpa direncanakan, tapi Alhamdulillah bisa hadir semua di sini para tokoh,” ujar Slamet Riyadi.
Dalam sesi diskusi, Handayani Rien, salah satu aktivis, menegaskan pentingnya dukungan kolektif terhadap setiap aksi atau gerakan yang berkaitan dengan penyelamatan lingkungan.
“Kami minta disuport setiap aksi atau gerakan terkait penyelamatan lingkungan. Isu ini tidak bisa berjalan sendiri, harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Mardiyanto mengingatkan agar kepemimpinan daerah tidak berhenti pada seremoni semata. Ia mendorong agar kepala daerah aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke instansi pelayanan publik.
“Jangan sampai pemerintah saat ini menjadi Bupati seremonial. Harus langsung turun sidak ke instansi pelayanan agar tahu persis kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Tokoh lainnya seperti Gus Akom dan Imam Santoso turut memberikan pandangan dalam forum tersebut, memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor.
Abdul Aris Asaad yang akrab disapa Hada dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilakukan secara mandiri sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi moral.
“Alhamdulillah atas kehadirannya semua elemen, silaturahmi ini sangat luar biasa. Inilah hebatnya Brebes, antara utara dan selatan selalu komunikasi dengan baik selama ini,” kata Hada.
Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat wilayah dalam membangun daerah.
“Ayo kita selalu bersama. Tidak ada kotak-kotak antara selatan dan utara, tidak ada yang direndahkan, tidak ada yang ditinggikan. Kita bersama-sama dalam membangun Kabupaten Brebes. Brebes Beres, Brebes Maju,” tegasnya.
Dari kalangan akademisi, Agung Apriana dari Universitas Peradaban Bumiayu turut menyoroti program Bupati terkait pendidikan.
“Dengan program Bupati satu rumah satu sarjana, semoga tidak menjadi wacana saja, tapi harus direalisasikan secara nyata,” ujarnya.
Pertemuan silaturahmi ini menjadi momentum penting memperkuat komunikasi, solidaritas, dan komitmen bersama lintas elemen masyarakat untuk mendorong pembangunan Kabupaten Brebes yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.( ALEX/IPN ).







