Budayawan dan Kaum Spritual Semarang Gelar Acara Halal Bihalal Sekaligus Temu Kangen di Padepokan ILIR – ILIR Gunung Pati

SEMARANG (iPOLICENews) – Masih dalam bulan sawal 1447 H, tepat di hari Minggu, tanggal 12 April 2026,jam 10 ,00Wib, padepokan ilir Ilir, yang berada di kampung Malon, Gunungpati, Semarang, mengadakan halah bi halal yang di ikuti oleh beberapa komponen masyarakat.

Dalam acara itu pengampu padepokan, Romo Lilik Ahmad Bukhori atau yang lebih akrab di panggil Ki Kendalisodo memberi sambutan yang berisikan hikmah Halal Bihalal yang kemudian di lanjutkan dengan doa kesejukan secara adat budaya Jawa oleh pendoa nasional Mbah Demang Tarno dari Semarang. Dia adalah seorang spiritualis dari Semarang yang mewakili Kasepuhan untuk beberapa paguyuban spiritual di semarang . Acara ini juga di hadiri oleh para petinggi Mataram Agung Nusantara.

Setelah doa Mbah Tarno dilanjut dengan tausiah oleh Dr. Suratno Sukron Mpd, , yang menyampaikan thema tentang persatuan dan kesatuan serta kewajiban bersama untuk menjaga pluralisme, menghargai antar sesama tanpa membeda bedakan asal usul dan agama.

Selanjutnya Dr Suratno juga menyampaikan bahwa pentingnya menjaga jati diri dan kepribadian bangsa, dengan cara menjaga dan melestarikan tradisi dan kebudayaan.

“Kita sangat perlu untuk menjaga jati diri kita sebagai bangsa Indonesia dengan cara nguri-uri budaya dan tetap melestarikan tradisi yang sudah ada agar tidak tergerus oleh arus zaman, ” kata Suratno penuh semangat.

Terlihat di antara tokoh kebudayaan dari Smg, seperti Kokok Wahyudi, Widi Utomo, Firman, mbah Togog, ki Dalang Sentun dll adalah tokoh Dekopin dari kab. Semarang, yaitu Pandu Setiawan. Yg menyampaikan pemikiranya, agar paguyuban seni budaya juga bisa membentuk koprasi untuk bersama sama membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Acara ini sedianya akan di isi oleh tokoh nasional pemerhati budaya Jawa, yaitu Samuel Jd Watimena yang saat ini merupakan anggota komisi VII DPRRI, akan tetapi karena bersamaan jadwal tugas lawatan ke Australia maka Samuel menyampaikan permohonan maaf dan salam kepada semua yang hadir dalam acara du Gunung Pati ini.

Pada penghujung acara akhirnya di tutup oleh Dalang Sepuh dari Gunungpati, Ki H Junarto Danuwijaya dengan doa yang disambung dengan melantunkan tembang ilir ilir secara bersama sama di pimpin oleh Mbah Tarno Demang.

( Eko bhaktianto/ IPN)

Halaman ini telah dilihat: 87 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *