SRAGEN (iPOLICENews) — Sebanyak 20 warga di Kabupaten Sragen memperoleh bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Kabupaten Sragen. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hunian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, menekankan bahwa rumah yang sehat memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, kondisi rumah tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kenyamanan hingga perkembangan anak.
“Kalau rumah nyaman, anak-anak akan betah belajar di rumah. Sebaliknya, jika tidak nyaman, mereka cenderung lebih sering di luar, yang bisa berdampak pada masa depan mereka,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk memperbaiki rumah agar lebih layak dan sehat. Selain itu, bantuan tambahan berupa delapan bibit tanaman dari DKP3 Sragen serta paket sembako dari Baznas Sragen juga turut disalurkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan melibatkan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua TP PKK Sragen Ny. Linda Sigit Pamungkas, Wakil Ketua TP PKK Ny. Supami Suroto, Kepala Disperkimtaru Aris Wahyudi, serta Kepala DKP3 Eka Rini Mumpuni Titi Lestari. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Sragen.
Kepala Disperkimtaru Sragen, Aris Wahyudi, menjelaskan bahwa program rumah sehat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan masyarakat dalam menyediakan hunian yang layak, serta tingginya potensi risiko penyakit akibat kondisi rumah yang kurang sehat.
“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga melalui hunian yang bersih, layak, dan sehat secara sanitasi,” ujarnya, Sabtu (18/4/26).
Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2026 terdapat 20 unit rumah yang mendapatkan bantuan, tersebar di 20 kecamatan dan 20 desa. Masing-masing penerima memperoleh Rp10 juta dengan rincian Rp1.250.000 untuk upah tenaga kerja dan Rp8.750.000 untuk pembelian material bangunan.
“bantuan ini memang belum sepenuhnya mencukupi, sehingga kami harapkan adanya gotong royong dan swadaya masyarakat agar kualitas rumah benar-benar meningkat,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi. Kepala DKP3 Kabupaten Sragen, Eka Rini Titi Mumpun Lestari, memberikan edukasi tentang pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran guna mendukung ketahanan pangan keluarga. Sementara itu, materi mengenai rumah sehat disampaikan oleh Kabid Perumahan Disperkimtaru Sragen, Endah Ambarwati.
Kriteria penerima bantuan diprioritaskan bagi keluarga dengan kepala keluarga perempuan atau janda, termasuk dalam kategori desil 1–5, memiliki identitas diri, serta berdomisili sesuai KTP. Penerima juga diharapkan memiliki swadaya guna membantu proses perbaikan rumah hingga selesai.
Program ini turut mendapat dukungan dari Baznas yang memberikan bantuan paket sembako serta tanaman untuk mendukung pemanfaatan pekarangan.
Salah satu penerima bantuan, Suminem, warga Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, sangat membantu untuk memperbaiki rumah kami agar lebih layak dan nyaman,” tuturnya.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memiliki hunian yang lebih baik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Sragen. (Joko S/IPN)



