KARANGANYAR (iPOLICENews) – Situasi yang sempat menyerupai aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karanganyar ternyata merupakan bagian dari simulasi latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang digelar Polres Karanganyar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesiapan aparat menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam latihan tersebut, berbagai skenario diperagakan secara bertahap, mulai dari kondisi yang masih kondusif hingga meningkat menjadi situasi yang berpotensi ricuh. Personel dilatih untuk bertindak cepat, tepat, serta tetap mengedepankan prosedur yang berlaku agar penanganan massa tetap profesional dan terukur.
Apel kesiapsiagaan yang menjadi rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Alun-Alun Karanganyar dan dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar bersama unsur Forkopimda. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan apresiasi atas kesiapan jajaran kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Ia menegaskan, “Latihan ini sangat penting sebagai bentuk kesiapan kita bersama, dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas. Dengan kesiapan yang matang, setiap potensi konflik diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.”
Selain itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H. juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan seluruh personel benar-benar siap menghadapi situasi kontinjensi di lapangan. “Ini dalam rangka upaya kita untuk mengecek kesiapsiagaan personel, terutama dalam menghadapi situasi-situasi yang kontinjensi,” ujarnya.
Melalui latihan ini, koordinasi antarinstansi—baik Polri, TNI, maupun pemerintah daerah—diharapkan semakin solid. Dengan kesiapan yang teruji, setiap potensi gangguan keamanan dapat ditangani secara cepat dan tepat, sehingga masyarakat Karanganyar tetap merasakan situasi yang aman dan kondusif. (Joko S/IPN)



