Pemkot Semarang Pertegas Aturan Kendaraan Berat Yang Melintas diJalur Silayur Ngaliyan

SEMARANG (iPOLICENews) – Pemerintah Kota Semarang mempertegas aturan untuk kendaraan berat yang melintas di Silayur Ngaliyan karena rawannya jalur tersebut akan kecelakaan yang sering terjadi. Kecelakaan di jalur tersebut kebanyakan adalah akibat masalah sistim pengereman kendaraan berat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan kelandaian curam yang mencapai 13,2 persen menjadi faktor risiko utama bagi kendaraan bertonase besar.

“Kawasan Silayur ini tanjakan dan turunannya ekstrem, panjang. Data menunjukkan rata-rata belasan hingga puluhan korban selalu ada setiap tahunnya, maka dari itu kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” ujar Danang (8/5).

Pemkot Semarang telah melakukan berbagai intervensi fisik mulai dari penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan, hingga pengadaan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) tambahan.

Selain itu, pemasangan portal pembatas kendaraan berat dan penutupan sejumlah titik putar balik (u-turn) strategis juga dilakukan guna mengurangi hambatan samping yang sering memicu kecelakaan.

Danang menegaskan bahwa pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat terus diperketat melalui penempatan petugas di titik-titik krusial dan dia juga mengimbau masyarakat, agar mulai beralih menggunakan layanan BRT Trans Semarang.

“Penggunaan transportasi publik seperti BRT jauh lebih aman dibandingkan mengendarai sepeda motor di jalur curam ini. Armada kami rutin melalui pengecekan kelaikan kendaraan secara ketat sehingga risiko kegagalan teknis saat menanjak maupun menurun dapat diminimalisir demi keselamatan penumpang,” jelasnya.

Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan kawasan industri di wilayah Semarang Barat yang tentu menambah beban operasional jalur Silayur. Danang menambahkan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada kendaraan yang melanggar aturan tonase maupun jam operasional yang telah ditetapkan.

“Kami tidak akan lelah melakukan pembenahan meskipun tantangan topografinya sangat sulit. Kesadaran pengemudi truk untuk mematuhi aturan muatan adalah kunci utama agar peristiwa memilukan di Silayur tidak terus berulang setiap tahunnya. Keselamatan harus menjadi prioritas di atas segalanya,” katanya.

(Tim/ IPN )

Halaman ini telah dilihat: 14 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *