BREBES (iPOLICENews) – Ratusan warga memadati Lapangan Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Mereka antusias menyaksikan pagelaran Wayang Golek Santri yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media bersama Pemerintah Kabupaten Brebes, Rabu (3/6/2026) malam.
Tak sekadar menjadi tontonan, pagelaran yang menghadirkan dalang Ki Haryo Susilo Enthus tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Melalui dialog interaktif bertema yakni Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat, Tangguh Berkarya dan Aman di Era Digital, warga diajak memahami pentingnya kesehatan, kecukupan gizi, serta keamanan digital bagi anak-anak.
Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, mengatakan masa depan anak-anak Indonesia merupakan aset paling berharga yang harus dijaga bersama. Menurutnya, setiap keluarga tentu menginginkan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
“Kita berkumpul untuk menjaga sesuatu yang paling berharga, yaitu masa depan anak-anak Indonesia. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, pintar, dan memiliki masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah cita-cita besar bangsa kita untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujar Nunik saat membuka kegiatan.
Nunik menjelaskan, tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Jika dahulu orang tua lebih mudah memantau aktivitas anak saat berada di luar rumah, kini anak-anak dapat mengakses berbagai informasi dan berinteraksi dengan siapa saja melalui internet tanpa harus meninggalkan kamar mereka.
Karena itu, lanjut Nunik, peran keluarga menjadi sangat penting dalam mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijak. Pemerintah pun terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui berbagai program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas.
“Melalui PP Tunas, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap aman dalam memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Brebes dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Dengan dukungan gizi yang baik, akses pendidikan yang memadai, dan lingkungan digital yang aman, anak-anak Brebes diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan bahwa pembangunan Generasi Emas Indonesia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan dan gizi. Menurutnya, tubuh yang sehat menjadi fondasi bagi tumbuhnya semangat belajar, kreativitas, dan daya juang generasi muda.
“Anak-anak kita harus tumbuh dengan gizi yang cukup. Karena dari tubuh yang sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Di saat yang sama, kita hidup di era digital sehingga peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak aman dan bijak dalam menggunakan teknologi,” kata Wurja.
Wurja juga mengapresiasi Komdigi yang memanfaatkan seni budaya sebagai media komunikasi publik. Menurutnya, pendekatan budaya mampu menyampaikan pesan-pesan pembangunan dengan cara yang lebih dekat, membumi, dan mudah diterima masyarakat.
“Wayang golek santri menjadi media edukasi yang efektif karena mampu menyampaikan pesan pembangunan dengan cara yang lebih menghibur dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
( ALEX/IPN ).







