Tragis! Siswa SD Meninggal Tertabrak KA Barang di Perlintasan Kokrosono Semarang, Dua Korban Masih Dirawat

SEMARANG (iPOLICENews) – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang No. 5 KM 1+5/6 jalur Stasiun Jerakah–Stasiun Semarang Poncol, tepatnya di kawasan Kokrosono, Kota Semarang, Senin (20/7/2026) pagi. Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang tertabrak KA 2527 Barang Petikemas Cargo relasi Stasiun Kampung Bandan, Jakarta–Stasiun Kalimas, Surabaya.

Akibat insiden tersebut, seorang siswa sekolah dasar (SD) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara dua korban lainnya masih menjalani penanganan medis.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, membenarkan jumlah korban dalam peristiwa tersebut sebanyak tiga orang.

“Ada tiga korban dari pengendara sepeda motor. Yang meninggal satu (anak SD),” ujar AKP Untung, Senin (20/7/2026).

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, satu korban anak dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

“Satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit. Dua masih perawatan,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kereta barang tersebut sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pada pukul 06.54 WIB guna pemeriksaan sarana setelah terjadi insiden.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dan dipastikan dalam kondisi aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan pada pukul 06.56 WIB.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” kata Luqman.

Menurut Luqman, sebelum tabrakan terjadi, masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan klakson lokomotif secara berulang-ulang agar pengguna jalan menjauh dari jalur rel.

“Masinis telah membunyikan semboyan klakson lokomotif berulang-ulang sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan agar segera menjauh dari jalur kereta api,” jelasnya.

PT KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diminta berhenti ketika sinyal berbunyi, mendahulukan perjalanan kereta api, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Luqman.

Peristiwa ini sebelumnya sempat menjadi perhatian warganet setelah beredar video dan informasi di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @beritasemarang. Dalam unggahan awal disebutkan ketiga korban meninggal dunia di lokasi. Namun, informasi tersebut kemudian dikoreksi oleh pihak kepolisian yang menyatakan hanya satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang beredar, ketiga korban mengendarai sepeda motor Honda Supra. Pengemudi diduga sedang terburu-buru mengantar dua anak ke sekolah saat melintasi perlintasan kereta api. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Satlantas Polrestabes Semarang.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga. Pengendara diminta selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta mengutamakan perjalanan kereta api guna menghindari kecelakaan serupa. (RED)

Halaman ini telah dilihat: 20 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *