Gedung Eks Jiwasraya Disiapkan Jadi Museum Fotografi Indonesia, Semarang Berpeluang Miliki Destinasi Budaya Nasional

SEMARANG (iPOLICENews) – Kota Semarang bersiap menambah destinasi budaya berskala nasional. Gedung eks Jiwasraya, salah satu bangunan bersejarah di ibu kota Provinsi Jawa Tengah, diproyeksikan bertransformasi menjadi Museum Fotografi Indonesia, yang akan berfungsi sebagai pusat pelestarian sejarah bangsa melalui dokumentasi karya fotografi.

Rencana tersebut saat ini tengah dimatangkan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Danantara. Museum ini tidak hanya akan menjadi tempat penyimpanan koleksi foto-foto bersejarah, tetapi juga dirancang sebagai pusat edukasi, penelitian, pengembangan seni fotografi, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan, mengatakan tahap awal pembangunan diawali dengan kajian teknis terhadap kondisi bangunan agar memenuhi standar museum nasional tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada gedung tersebut.

“Kementerian Kebudayaan bersama Danantara berkomitmen mewujudkan Gedung eks Jiwasraya sebagai Museum Fotografi Indonesia di Kota Semarang. Saat ini kami sedang melakukan kajian teknis agar bangunan dapat difungsikan sebagai museum yang memenuhi standar nasional sekaligus tetap menjaga keaslian nilai cagar budayanya,” ujar Restu Gunawan usai meninjau lokasi.

Menurut Restu, museum memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar memamerkan benda atau dokumentasi sejarah. Museum harus mampu menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan perjalanan masa lalu dengan generasi masa depan.

Karena itu, proses pengembangan museum akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Semarang, akademisi, kurator, komunitas fotografi, hingga masyarakat yang memiliki koleksi foto bernilai sejarah sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan bangsa.

Pemilihan Kota Semarang sebagai lokasi Museum Fotografi Indonesia dinilai memiliki dasar yang kuat. Selain dikenal sebagai kota warisan budaya, Semarang juga memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan, perkembangan budaya, dan salah satu daerah yang berperan dalam perkembangan fotografi di Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung seluruh proses pembangunan museum.

“Kami mengapresiasi kepercayaan Kementerian Kebudayaan yang memilih Semarang sebagai lokasi Museum Fotografi Indonesia. Kehadiran museum ini akan semakin memperkuat identitas Semarang sebagai kota pusaka sekaligus destinasi wisata budaya dan edukasi bertaraf nasional. Pemerintah Kota siap mendukung dari sisi perizinan, penataan kawasan, hingga pengembangan koleksi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fotografi Indonesia, Andi Kusnadi, menilai pembangunan museum ini akan menjadi tonggak penting bagi dunia fotografi nasional.

“Museum Fotografi Indonesia nantinya akan menjadi rumah bagi karya-karya fotografer Indonesia sekaligus ruang apresiasi yang mampu menjaga dokumentasi sejarah bangsa. Selain melestarikan arsip fotografi, museum ini juga berpotensi melahirkan ruang kolaborasi kreatif bagi komunitas fotografi, pelajar, akademisi, hingga pelaku industri kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan museum diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan pameran, workshop, festival fotografi, hingga peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang.

Transformasi Gedung eks Jiwasraya juga dinilai menjadi contoh pemanfaatan bangunan cagar budaya secara adaptif. Bangunan bersejarah tetap dipertahankan nilai arsitektur dan sejarahnya, namun diberi fungsi baru yang lebih produktif sehingga dapat terus hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Museum Fotografi Indonesia akan menjadi museum fotografi nasional pertama yang berpusat di Semarang. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat dokumentasi sejarah visual Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di tingkat nasional dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.

Halaman ini telah dilihat: 5 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *