SEMARANG (iPOLICENews) – Mendengar kata pocong, rasanya bulu kuduk kita langsung merinding. Pocong merupakan salah satu hantu yang ditakuti oleh masyarakat Indonesia, apalagi adanya mitos kesaktian tali pocong.
Diketahui, pocong merupakan salah satu hantu dengan wujud terbungkus kain kafan yang bergerak dengan melompat-lompat, yang mitosnya, apabila jenazah saat dikuburkan tidak dilepas tali pocongnya, maka rohnya akan bergentayangan dalam wujud pocong.
Pada umumnya, pocong dikenal salah satu hantu yang mengerikan, namun ada mitos mengenai tali pocong yang juga seram dan bikin merinding.
Dilansir dari kanal YouTube Kitab Primbon Jawa, ada 3 mitos kesaktian tali pocong yang beredar di masyarakat.
Yang pertama, tali pocong kebal bacok. Mitos ini dikenal di tanah Jawa dan dianggap kebal, namun kekebalan ini bukan karena tali pocongnya, melainkan karena sihir.
Yang kedua adalah tali pocong sebagai pesugihan. Masyarakat Banten pernah dihebohkan kasus pencurian tali pocong pada jenazah yang baru dimakamkan.
Berdasarkan penelusuran, ada beberapa jenazah yang baru beberapa hari dikuburkan sudah kehilangan talinya. Dan menurut cerita yang beredar di masyarakat, tali pocong tersebut digunakan sebagai syarat untuk ritual pesugihan.
Sementara yang ketiga adalah tali pocong sebagai pelet. Banyak masyarakat Indonesia yang masih percaya jika tali pocong bisa digunakan sebagai pelet, bahkan sampai ada film yang mengangkat kisah tersebut.
Ada juga kepercayaan bahwa mayat yang dimakamkan pada hari Selasa Legi memiliki kekuatan mistis yang kuat. Ini membuat masyarakat yang keluarganya dikubur pada Selasa Legi menjadi waspada saat malam harinya, agar tidak dibongkar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Terkait tali pocong, pada suatu malam Komunitas Semarangker menunjukkan museum Semarangker untuk unboxing tali pocong.
Di museum Semarangker sendiri tampak beragam benda-benda yang menyeramkan. “Kami sering mendapatkan benda-benda ini dari teman-teman,” kata Ketua Semarangker, Pamuji Yuono, Kamis (24/2/2022).
Menurut Pamuji, pihaknya pernah mendapatkan kain kafan dari makam dukun santet. Makam tersebut diketahui tersambar petir hingga makamnya pecah. Karena kain kafan dari mayat dukun santet itu harus diganti baru, kain kafan yang lama akhirnya dikoleksi Komunitas Semarangker.
Pamuji juga memperlihatkan koleksi museumnya, diantaranya berbagai tali pocong, kain kafan yang sudah puluhan tahun lamanya hingga berbau menyengak.
Menurut Pamuji, tidak ada arwah yang gentayangan. Karena, orang yang sudah meninggal ada di alam kubur.
“Gaib itu memang ada, tapi kita harus menyikapinya dengan smart n wise (cerdas dan bijak),” kata Pamuji.
“Kita semua mempunyai agama, apapun agamamu kita hanya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya. (Nn)








Istimewa tenan ini
Serem….
Baca sambil mrinding nih
Emang beneran bisa kaya gak sih kalo pakai pesugihan….
Kalo pakai popok wewe lebih ampuh mana gan
Kutang wewe lebih joz