SEMARANG (iPOLICENews) – Untuk meningkatkan skala bisnis, penting bagi pengusaha memasarkan produknya secara efisien.
Salah satunya dengan strategi peretasan perkembangan (growth hacking). Growth hacking merupakan salah satu tata cara marketing yang diterapkan oleh industri startup yang bergerak dalam bidang teknologi berbasis keahlian dalam berpikir secara analitis, kreatif serta sosial metrik.
Tata cara marketing ini digunakan untuk mendapatkan publikasi serta penjualan produk. Oleh sebab itu, sebutan ini kerap digunakan dalam pengembangan bisnis startup.
Lebih jauh, seseorang growth hacker fokus pada penciptaan, pendistribusian, serta pengelolaan konten yang relevan, bernilai, dan terpercaya. Ini dimaksudkan untuk menarik serta mempertahankan audiens yang sudah ditetapkan untuk membangun ikatan yang menguntungkan antara pelanggan serta industri.
Dijelaskan oleh Optinmonster, sebagian besar strategi growth hacking terbagi dalam tiga area utama, yaitu content marketing, product marketing, dan advertising.
1. Content marketing
Strategi content marketing memang disebut sebagai salah satu taktik yang cukup ampuh dan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal.
Seperti disebut di atas, growth hacking adalah strategi yang tidak membutuhkan banyak modal. Oleh karena itu, memanfaatkan contentmarketing bisa menjadi langkah yang tepat. Pasalnya, konten tetap menjadi magnet utama yang bisa mendatangkan lead yang berkualitas.
Beberapa contoh content marketing yang bisa dilakukan misalnya dengan membuat artikel blog, e-book, konten media sosial, infografik, email marketing, hingga video.
2. Product marketing
Product marketing melibatkan teknik untuk membuat produk lebih menarik dan membangun basis pengguna.
Contoh product marketing yang bisa dilakukan misalnya dengan membuat sistem pendaftaran khusus bagi pelanggan tertentu.
Kemudian, menawarkan program referralyang bisa menguntungkan bagi pengguna lama dan baru, juga bisa dicoba.
3. Advertising
Growth hacking juga memanfaatkan iklan untuk mempromosikan bisnisnya. Bahkan, cara yang satu ini juga terbukti efektif untuk meningkatkan brandawareness.
Salah satu cara terbaik untuk mempromosikan brand adalah dengan menggunakan PPC atau pay per click.
Ketiga strategi tersebut dilakukan dengan melakukan tahapan AARRR atau acquisition, activation, retention, revenue, dan referral.
Dilansir dari Neil Patel, berikut ini penjelasan singkat dari AARRR:
Acquisition: perusahaan harus mencari cara untuk mengenalkan produk kepada calon pelanggan.
Activation: memberikan pelanggan pengalaman yang menyenangkan saat mencoba produk untuk pertama kalinya.
Retention: mencari cara untuk membuat pelanggan mau kembali menggunakan produk yang ditawarkan.
Revenue: bagaimana cara perusahaan untuk memonetasinya.
Referral: perusahaan harus menyiapkan strategi agar pelanggan mau memberitahu orang lain mengenai produk yang ditawarkan.
Jadi, sudah siap menjalankan growth hacking?
Oleh: Josevira Anisa Aldry, Universitas wahid Hasyim Semarang (Prodi Manajemen).







